oleh

Tipu Teman Kerjanya, Warga Pamekasan Dipolisikan

PAMEKASAN (PortalMadura) – Tono (42), warga Jalan Mandilaras Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan dilaporkan pada polisi oleh rekan kerjanya, karena diduga menggelapkan rarusan sak beras milik Moh Zainal Arifin (40), Warga Jalan Bayangkara Trunojoyo, Pamekasan, Kamis (17/10/2013).

Modus dugaan penggelapan, berawal dari terlapor Tono dan istrinya Sahriyah yang selalu mengambil beras di toko pelapor dengan jumlah 20 sampai 30 sak. Awalnya, pembayaran bulan-bulan awal lancar tidak pernah nunggak.

Tapi karena alasan pesanan beras banyak, terlapor minta akan membayar tiap tiga hari sekali. Dan untuk berikutnya terlapor mengambil 160 sak atau lebih tiga ton, dan setelah itu dia tidak bayar. Itu terjadi pada tanggal 2 Oktober 2013, kata Zainal di Mapolres Pamekasan.

Menurut Zainal, setelah itu terlapor masih datang ke tokonya lagi dan mengambil beras lagi, padahal hutang yang pertama belum terbayar. Terlapor beralasan sudah selesai berbicara dengan pelapor karena kebetulan yang ada di tokonya saat itu hanya karyawannya.

Loading...

“Karena mengaku sudah bilang saya, lantas dikasi lagi sama karyawan saya sebanyak 50 sak lagi. Sehingga total kerugian saya itu mencapai Rp102 juta,” jelasnya.

Zainal menjelaskan, karena terlapor sudah tidak ada Itikad baik untuk membayar, pihaknya terpaksa melaporkan kasus tersebut pada aparat kepolisian di Polres Pamekasan.

Usut punya usut, ternyata terlapor tidak punya toko sendiri, tetapi beras yang diambil dari toko pelapor itu dijual kembali ke toko yang ada di Pamekasan dan sejumlah kecamatan.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Nur Amin mengatakan, pihaknya masih akan mempelajari laporannya.”Kita akan lihat posisi kasusnya seperti apa. Baru akan melangkah lebih jauh,” terangnya.(reiza/htn)





Berita PortalMadura
Loading...
Tirto.ID
Loading...

Komentar