oleh

Topa’ Lobar, Tradisi Sakral Yang Ada di Pelosok Desa Madura

PortalMadura.Com, SumenepTopa’ Lobar merupakan tradisi sakral bagi sebagian warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Tradisi ini masih dilakukan oleh warga di kampung-kampung. Bahkan, pada even pemerintah dan swasta di perkotaan sering terlihat.

Topa’ adalah bahasa Madura. Artinya, ketupat. Lobar arti sederhananya, adalah selesai. Tradisi ini, sebagai wujud syukur atas hajatnya yang telah dikabulkan oleh Allah SWT.

Cara melaksanakannya sangat sederhana, yakni mempersiapkan sebuah ketupat yang dianyam sedemikian rupa dan akan terlepas jika bagian ujung dan pangkalnya ditarik.

Di daerah lain, semisal di Bangka Belitung disebut ketupat lepas. Di sana, umumnya digunakan untuk ritual tolak balak di rumah-rumah warga.

Ketupat yang satu ini, hanya dianyam dengan bentuk memanjang. Jika di Sumenep, di dalamnya diisi dengan beras kuning. Ada juga yang menggunakan biji-bijian hasil panen para petani setempat.

Pelaksanaan tradisi Topa’ Lobar ini, salah satunya sering terlihat di pesarean (makam) atau Asta Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Loading...

Makam tersebut, adalah Pangeran Siding Margo yang lebih dikenal dengan nama Buju’ Juruan oleh warga setempat.

Baca : ‘Telisik’ Kesukaan Siding Margo Juruan Daya Hingga Jadi Jujukan ‘Ngalap’ Berkah

Pengunjung yang sudah merasa dikabulkan hajatnya oleh Allah SWT, mereka melaksanakan upacara Topa’ Lobar.

Sambil diutarakan hajatnya, antara pengunjung dan penjaga Asta Juruan memegang ujung dan pangkal ketupat tersebut.

Ditarik secara bersamaan dan lepaslah anyaman ketupat. Isi ketupat dari beras mentah atau biji-bijian itu berserakan. Selesai sudah atau Lobar yang menjadi nadar.

Tidak Terlaksana Selama Hidupnya

Ada warga yang tidak sempat atau terlupakan selama ia hidup. Maka keturunannya yang akan melaksanakan upacara Topa’ Lobar tersebut.

Pelaksanaannya memang tidak harus ditempat-tempat yang dikeramatkan, namun tergantung pada nadar seseorang.

Dari sinilah, tradisi Topa’ Lobar tersebut tergolong sakral dilingkungan warga Kabupaten Sumenep.(Hartono)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar