oleh

Turki: Kebijakan di Suriah Berdasarkan ‘Diplomasi Kemanusiaan’

PortalMadura.Com, Antalya, Turki – Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu pada Sabtu mengatakan, semua orang percaya Turki dapat menghentikan serangan terhadap Idlib, Suriah, karena kebijakan Turki terkait Suriah bedasarkan pada Diplomasi Kemanusiaan.

Cavusoglu mengatakan Negaranya bertindak seperti itu bukan karena Turki adalah tetangga Suriah atau negaranya mempertahankan hubungan dengan Rusia dan Iran. Namun kebijakan Turki terhadap Suriah didasarkan pada Diplomasi Kemanusiaan dan tidak ada agenda rahasia di dalamnya. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (10/9/2018).

Cavusoglu mengatakan mereka akan melanjutkan upaya untuk mencegah pembantaian terhadap ribuan orang dan gelombang migrasi baru.

Dia menekankan bahwa situasi yang terjadi di Suriah juga membutuhkan upaya Internasional.

Tujuh warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan udara pada Jumat yang dilakukan oleh pasukan rezim yang menyerang Suriah dan pesawat tempur Rusia di barat laut Idlib, Suriah, menurut White Helmets.

Setidaknya 28 warga sipil telah tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan udara dan serangan oleh pasukan rezim serta pesawat tempur Rusia di Idlib dan Hama sejak awal bulan ini, kata kelompok itu.

Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran di daerah itu, yang telah lama dikendalikan berbagai kelompok oposisi bersenjata.

Awal pekan ini PBB memperingatkan bahwa serangan itu akan mengarah pada “bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21”.

Sebuah KTT trilateral presiden Turki, Rusia dan Iran pada Jumat menggarisbawahi bahwa “tidak akan ada solusi militer untuk konflik Suriah” dan menyerukan untuk memajukan proses politik agar solusi tercapai. (AA)

Loading...