oleh

Turki: PBB Harus Bersatu Lawan Polarisasi

PortalMadura.Com, Washington – Menteri Luar Negeri Turki Mevlu Cavusoglu mendesak PBB untuk bersatu melawan kebencian dan polarisasi di seluruh dunia.

“Marilah bersatu demi mengatasi ekstremisme dan polarisasi,” ujar dia dalam pembukaan Forum Global ke-8 Aliansi Peradaban PBB (UNAOC). dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (20/11/2018).

UNAOC adalah sebuah inisiatif yang dibuat pada 2005 oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, dan disponsori oleh Turki dan Spanyol.

“Kami harus menunjukkan bahwa tekad dan kemauan politik untuk melawan prasangka, eksklusi, polarisasi dan kebencian di seluruh dunia,” tambah dia.

UNAOC bekerja untuk mengeksplorasi akar polarisasi dengan menangani bidang-bidang prioritas pendidikan, pemuda, migrasi dan media.

Menurut Cavusoglu, dalam penanganan migrasi, “xenophobia, rasisme, diskriminasi, sentimen anti-Islam dan kebencian terhadap Muslim” sedang meningkat dengan bertambahnya migran yang masuk ke Eropa.

“Turki meyakini keunggulan multilateralisme yang efektif, dan sebagai salah satu sponsor utama dari inisiatif yang sangat penting dari PBB, kami bersedia dan siap untuk melanjutkan dukungan yang kuat demi upaya bersama kita,” kata dia lagi.

Pada Selasa, Cavusoglu juga akan menemui Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo.

Kunjungan Cavusoglu menjadi kunjungan resmi pertama oleh seorang menteri Turki sejak Pastor Andrew Brunson yang dipenjara di Turki atas tuduhan terlibat kegiatan terorisme dibebaskan.

Cavusoglu mengatakan bahwa mereka akan membahas peta jalan Manbij serta ekstradisi pimpinan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang berbasis di AS, Fetullah Gulen.

Kesepakatan Manbij antara Ankara dan Washington berfokus pada penarikan teroris YPG / PKK dari kota untuk menstabilkan wilayah, yang berada di timur laut Provinsi Aleppo, Suriah Utara.

Menlu Turki juga mengatakan bahwa Washington gagal memenuhi permintaan Turki untuk mengekstradisi Gulen setelah upaya kudeta 15 Juli 2016. Dia pun bertekad untuk memberikan lebih banyak bukti tentang Gulen kepada Pemerintahan Donald Trump.

FETO dan Gulen merancang kudeta yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.

Ankara juga menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan Pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan. (AA)