oleh

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan III Tumbuh 4,2%

PortalMadura.Com, Jakarta – Bank Indonesia mengumumkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh 4,2 persen pada triwulan III.

Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2018 tercatat USD359,8 miliar, yang terdiri dari utang Pemerintah dan bank sentral sebesar USD179,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD180,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman, dalam keterangan resmi, Jumat, mengatakan ULN Indonesia pada akhir triwulan III tumbuh melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 5,7 persen (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN Pemerintah, di tengah meningkatnya pertumbuhan ULN swasta,” ungkap dia. dilaporkan Anadolu Agency, Sabtu (17/11/2018).

Posisi ULN Pemerintah pada akhir triwulan III 2018 menurut dia, tercatat USD176,1 miliar atau tumbuh 2,2 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,1 persen (yoy).

Selain tumbuh melambat, posisi ULN Pemerintah tersebut imbuh dia, juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan II 2018 karena turunnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing.

“Hal ini turut dipengaruhi oleh kondisi pasar SBN dalam Negeri yang terimbas tingginya ketidakpastian global,” tambah Agusman.

Sementara itu, ULN swasta pada triwulan III 2018 mengalami peningkatan. Posisi ULN swasta pada akhir triwulan III 2018 tumbuh 6,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,8 persen (yoy).

Agusman mengatakan pertumbuhan ULN swasta tersebut terutama dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian.

“Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,7 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya,” lanjut dia.

Perkembangan ULN Indonesia, menurut Bank Indonesia, tetap terkendali dengan struktur yang sehat dan tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan III 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen.

“Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata Negara peers,” aku Agusman.

Di samping itu, dia menambahkan struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,8 persen dari total ULN.

Bank Indonesia dan Pemerintah menurut dia, terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (AA)