oleh

Video CCTV RSUD Sampang Viral, Ini Yang Terjadi

PortalMadura.Com, Sampang – Beredarnya potongan video berdurasi 54 detik yang melibatkan antara H. Abdullah Hidayat (H. AB) selaku Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten dan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, Madura, Jawa Timur sejak dua hari terakhir menjadi viral di media sosial.

Ketua AKD Sampang, H. Abdullah Hidayat menyampaikan, masalah tersebut sudah selesai dan saling memaafkan dengan dr. Sulis yang bertugas di pelayanan beberapa hari lalu.

“Sebenarnya, masalah ini sudah selesai. Saya dengan dr. Sulis sudah saling memaafkan terkait perlakuan itu, bahkan saling berjabatan tangan,” ungkap Hidayat.

Namun ada video yang diduga rekaman CCTV dari RSUD, menayangkan H. Abdullah Hidayat hingga menjadi viral di medsos.

“Saya harus bilang apa terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab dan tega memviralkan video itu. Saya tidak tahu apa maksudnya dari viralnya video tersebut,” lanjutnya.

Menurutnya, bahwa pemotongan durasi video yang sedang viral di medsos dengan durasi 54 detik, tepat pada saat dirinya akan mendorong dr. Sulis setelah dirinya merasa tidak terlayani dengan baik.

Sedangkan video yang ia punya, lebih dari 9 menit dan masih utuh. Hingga pada kelanjutannya di dalam video kedua belah pihak saling memaafkan.

H. Abdullah Hidayat membenarkan di dalam video yang saat ini menjadi viral adalah dirinya. Hal itu dipicu saat ayahnya hendak berobat ke RSUD setempat.

Saat itu, kondisi ayahnya menderita batu ginjal terlihat sangat membutuhkan penanganan medis yang begitu cepat karena meronta-ronta kesakitan.

“Abah saya sedang sakit. Karena saya menilai pelayanan rumah sakit kurang baik, maka terjadi demikian. Tapi, persoalan itu sudah selesai,” ucapnya.

Dan humas rumah sakit juga sudah minta maaf. Ia pun memaafkan. “Artinya saya dengan pihak rumah sakit sudah tidak ada apa-apa,” katanya usai dmediasi oleh Bupati Sampang dengan IDI Jatim.

Pihaknya setelah dipanggil oleh Bupati Sampang, Fadhilah Budiono ke kantor Pemda merasa kaget. Sebab pemanggilan tersebut dilakukan mediasi antara dirinya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim, IDI Kabupaten, Dinkes, RSUD, dan pihak Pemkab.

“Saya ceritakan secara gamblang, dibuktikan dengan video yang utuh. Alhamdulillah, Bupati mengerti dan menerima. Kemudian, Bapak Bupati menjelaskan kepada IDI Jatim. Ada 25 dokter dari IDI. Semuanya clear saling memafkan. Tapi saya berharap ke depannya pihak RSUD memberikan pelayanan prima kepada pasien siapapun,” tandasnya.

Sementara, hasil mediasi yang dilakukan pemerintah daerah Sampang, dengan kedua belah pihak di aula mini setempat, yang dihadiri oleh Bupati Fadhilah Budiono dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, IDK Kabupaten, RSUD, dan Dingkes, bahwa permasalahan tersebut sudah selesai.

“Alhamdulillah, karena sudah ada permintaan maaf dari dr. Sulis, maka kami dan pihak IDI, saling berdamai serta permasalahan sudah selesai, dan semoga tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tambahnya.

Bupati Sampang, Fadhilah Budiono menyampaikan, bahwa pertemuan AKD antara IDI Jatim terkait masalah yang terungkit kembali akibat viralnya video di media sosial dan sudah insaf atau selesai.

“Alhamdulillah, pertemuan IDI antara AKD pada sore ini, sudah bisa disembuhkan, bahwa sudah tidak ada masalah lagi. IDI dan AKD sudah saling meminta maaf,” katanya.(Rafi/Pitri)