oleh

Video Detik-detik KN SAR 225 Widura Cari Nelayan Hilang di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Tim rescuer (penyelamat) dari Kantor SAR Surabaya dan KN SAR 225 Widura melakukan pencarian terhadap nelayan hilang di perairan Sumenep, Madura, Jatim.

KN SAR 225 Widura lepas jangkar dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep pada pukul 06.30 WIB, Kamis (24/1/2019).

Pencarian korban kemungkinan dilakukan di perairan Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango, Sumenep dan ke arah timur.

“Sesuai dengan korban pertama yang ditemukan di perairan Raas, kemungkinan hanyut sampai ke timur,” terang Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Readi, pada PortalMadura.Com, Kamis (24/1/2019).

Nelayan yang masih dinyatakan hilang yakni Buhasim (58), warga Desa Gedungan, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep.

Sedangkan korban lain, P. Dihasan (56) ditemukan terdampar selamat di wilayah perairan Dusun Sonok, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Sumenep, pada Rabu, 23 Januari 2019 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat ini ada di Polsek Raas.

Hilangnya dua orang nelayan tersebut baru dilaporkan pada Rabu, 23 Januari 2019, sekitar pukul 07.30 WIB ke pihak Muspika setempat.

Baca Juga : Pagi Ini KN SAR 225 Widura dan Tim Rescuer Cari Nelayan Hilang di Sumenep

Loading...

Baca Juga : BPBD Sumenep : Satu nelayan hilang ditemukan selamat

Baca Juga : Gunakan KN Widura 225, Basarnas Cari Nelayan Hilang di Perairan Sumenep

Baca Juga : Dua Nelayan Gili Genting Sumenep Dikabarkan Hilang

Awalnya, korban Buhasim hendak memancing ikan dengan menggunakan perahu. Ia berangkat dari pelabuhan nelayan Dusun Lombi, Desa Gedugan, Kecamatan Gili Genting, Sumenep, pada pukul 12.00 WIB, Selasa (22/1/2019).

Pada pukul 16.30 WIB korban Buhasim menghubungi anaknya yang ada di Jakarta dan memberitahu bahwa perahunya bocor dan tenggelam.

Beruntung telah mendapat pertolongan dari nelayan lain, P. Dihasan. Kala itu, posisi kedua nelayan berada di sebelah timur pulau Gili Labak, Kecamatan Talango, Sumenep.

Hingga pukul 18.00 WIB, kedua nelayan itu justru tak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya. Keesokan harinya, Rabu (23/1/2019) baru dilaporkan hilang.(Hartono)



Komentar