oleh

Video Viral, Ini Kronologi Turis Asing “Usir” Wakil Rakyat

PortalMadura.Com, Padang – Rombongan DPRD Sumbar dan DPRD Mentawai dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) dilarang masuk ke Aloyta Resort oleh salah seorang bule. Larangan itu terkesan tidak wajar karena tujuan rombongan hanya untuk melihat dan menikmati lokasi wisata.

PortalMadura.Com, Selasa (13/3/2018) melansir dari laman situs kabarnagari.com, bahwa Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Mentawai, Bastian menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah rombongan DPRD Mentawai dan DPRD Sumbar dari Fraksi NasDem melaksanakan kegiatan rakerda di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Jumat (9/3). Pada Minggu (11/3), rombongan ingin refreshing melihat lokasi wisata yang berada di resort.

Sayangnya, saat kapal mau bersandar di dermaga Aloyta Resort sekira pukul 10.00 WIB, tiba-tiba salah seorang bule yang diduga warga negara Italia melarang rombongan untuk bersandar. Alasannya, dermaga dalam perbaikan. Nanti bapak-bapak kena paku, kata bule itu di dalam video yang berdurasi lebih kurang 3 menit 14 detik itu.

Perdebatan antara bule dengan rombongan Fraksi NasDem pun semakin alot. Di dalam video yang direkam oleh salah seorang rombongan, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumbar, Risnaldi Ibrahim menyebutkan, “Anda tidak suka kami datang ke sini, saya tidak peduli. Yang pasti, wilayah ini adalah negara saya. Anda datang ke sini hanya menyewa atau membayar fee, tapi Anda harus hormati”.

Kalau Anda bisa lama di sini, saya yang akan pindah ke negara Anda. Kita buktikan nanti. Seharusnya, Anda menerima tamu itu baik, tidak dengan nada melarang, karena ini tanah kami, bukan tanah Anda,” kata Risnladi Ibrahim lagi.

Sebaiknya, bahasa Anda, pak selamat datang, karena disini banyak paku berserakan, karena sedang ada perbaikan dermaga. Kalau mau turun, silahkan, harus hati-hati pak. Itu yang bagus bahasa yang disampaikan. Bukan mengeluarkan nada yang tidak baik,” tambah Risnaldi.

Sementara, bule yang tidak diketahui namanya itu menyebutkan, kalau saya ada salah diperbaiki dan saya diam lagi. Jawaban bule dijawab Risnaldi bahwa mereka bukan mencari masalah, tapi yang dipersoalkan adalah bahwa ia menguasai tanah di sana dan membatasi orang masuk tanpa apa dasarnya.

Melihat kejadian tersebut, Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumbar, Malkan Amin naik pitam. Ia tidak menerima perlakuan bule tersebut. Ia juga mempertanyakan seperti apa perlakuan bule itu kepada masyarakat setempat.

Menurut Malkan Amin, persoalan itu tidak cukup selesai di sana, tapi harus dilanjutkan. Kejadian cekcok di dermaga Aloyta Resort itu, di dalam kapal Mego, ada Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumbar, Malkan Amin, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Provinsi Sumbar, Risnaldi Ibrahim, Ketua OKK partai Nasdem, Hilda Osmiati, Ketua Bapilu Sumbar, Erizal Efendi, Sekretaris Bapilu Sumbar, Hendri Irawan, Wakil Ketua DPRD Mentawai partai Nasdem, Nikanor Saguruk, Ketua Bapilu Partai Nasdem Mentawai, Bastian dan anggota KSN DPW partai Nasdem.(*)

(sumber : kabarnagari.com)