oleh

Viral Video Ciuman dan Adegan Vulgar Muda-mudi, Satpol PP Pamekasan Akui Terjadi Malam Minggu

PortalMadura.Com, Pamekasan – Sebuah video berdurasi 22 detik sedang viral di media sosial sejak hampir sepekan terakhir.

Video ciuman dan beradegan vulgar muda-mudi itu, diduga terjadi di Taman Aspirasi Rakyat, Jl. Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Warganet khususnya di kota yang memiliki slogan Pamekasan Hebat tersebut sontak heboh. Muda-mudi itu duduk berdua di atas sepeda motor.

Posisinya, si pria berada di belakang sambil memeluk seorang perempuan mengenakan hijab duduk di depannya.

Pada detik ke 7, sambil memeluk mesra melakukan aksi vulgarnya.

Si pria terlihat agresif mengecup dari sisi kanan si perempuan dengan ditimpali kepala menoleh ke kanan oleh si perempuan.

Suara pria yang diduga merekam aksi ciuman dan adegan vulgar muda-mudi itu bilang dengan menggunakan bahasa Madura.

Addo, addo, la merre, merre e kabupaten cong, ha ha ha ha. Aduh kah, lemmak yeh lemmak. Nyellor tanangah. (Aduh, aduh, sudah berbuat tidak senonoh di Jalan Kabupaten. Aduh kah, enak ya enak. Sudah masuk tangannya),” suara pria itu sambil tertawa.

Penyebaran video ciuman dan adegan vulgar tersebut terus mengalir di beberapa story akun media sosial dan grup-grup WhatsAap di Madura.

“Saya dapat dari teman juga,” terang salah satu aktivis asal Pamekasan, Basri, Sabtu (31/8/2019)

Pihaknya menyayangkan adanya kejadian tersebut yang justru mencoreng citra Pamekasan sebagai kota berjuluk Gerbang Salam.

Menurutnya, Satpol PP harus lebih intens menjaga lokasi keramaian, utamanya di jalan-jalan yang menjadi nongkrong muda-mudi.

“Aneh sekali, justru yang ngerekam itu malah asyik dan bukannya menegur,” katanya.

Plt Kasatpol PP Pamekasan, Kusair, mengaku juga menerima informasi adanya video tersebut. “Itu kejadiannya saat malam senin (Minggu malam, 25/8/2019). Saat itu mungkin ada kelalaian anggota kami karena sedang berada di kantor,” terang Kusairi.

Atas kejadian tersebut, pihaknya berjanji akan menambah petugas untuk mengawasi jalan umum serta di beberapa fasilitas umum agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Nanti kita tambah petugas agar kejadian itu tidak terulang lagi,” janjinya.

Sejauh ini, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasi tempat-tempat dan fasilitas umum agar tidak disalahgunakan oleh oknum muda-mudi. Di antaranya taman Arek Lancor, Jalanan Umum, dan lainnya.

“Kalau pengawasan kita sudah lakukan tiap malam, utamanya di hari-hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu hingga larut malam, karena itu paling rawan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia pun meminta agar orang tua dan warga bisa bekerjasama untuk mengawasi anak-anak dan muda-mudi Pamekasan.

Semisal memastikan jika anak perempuannya sedang berada di rumah atau tidak pada waktu larut malam, sehingga bisa mengantipasi adanya sesuatu yang tidak diinginkan.

“Ya, kalau sudah dicek kan ketahuan, kecuali memang perempuan yang sedang bekerja,” katanya.

“Jadi kalau misalnya ketahuan pasti kami ciduk,” sambungnya menegaskan.(*)

Penulis : Hasibuddin
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE