oleh

VIRAL Video Dugaan Kecurangan Pilkada Serentak 2018 di Madura

PortalMadura.Com – Video berdurasi 1 menit 36 detik viral di media sosial facebook. Video itu menggambarkan dugaan kecurangan selama proses pencoblosan yang diduga terjadi pada Pilkada Serentak 2018.

Pelanggaran pemilu itu, diduga terjadi di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di pulau garan Madura, Jawa Timur. Proses pencoblosan dilakukan oleh sejumlah oknum warga. Salah satu diantaranya berseragam petugas keamanan.

Tampak juga dalam video yang diunggah akun facebook, @Ulil Abshor, yakni satu orang pemilih membawa C6 lebih dari satu lembar. C6 adalah pemberitahuan hari dan tanggal pencoblosan serta nomor TPS yang didalamnya tertera nama pemilih dan nomor urut pada daftar pemilih tetap (DPT).

Hingga pukul 13.15 WIB, Sabtu (7/7/2018), video itu sudah ditonton 4,1 ribu kali sejak diunggah pukul 18.07 WIB, Jumat (6/7/2018). 111 kali dibagikan dengan mendapat 27 komentar dari netizen.

Berikut Videonya :

Puluhan milyar di habiskan hanya untuk pilkada seperti ini. Seharusnya cukup rapat anggota KPU, anggota panwaskab, keamanan dan mafia untuk menentukan bupaui dan wakilnya 🤣

Loading...

Ulil Abshorさんの投稿 2018年7月6日金曜日

Para netter mempunyai komentar beragam, salah satunya ;

@Inaa Ibonk : Wah wah bikin geleng kepala,,, tpi kenapa baru sekarang di kasih tau,, sayang sayang,, andai sebelum penghitungan surat suara belum di mulai pasti bisa,,, tapi sekarang dah terlambat,,, gpp kita ketatkan di pilkada 2023,, jangan di kayak gini langsung lapor ke panwaslu atau ke polisi atau langsung telvon kpu,, okey”.

@Bambang Si Boo : Justru politik itu hrus brmain cantik, bkn terang2an kyak gni.
Klihatan guoblokx ini !!!

Sementara, Panwaslu Kabupaten Sampang belum memberikan tanggapan atas dugaan kecurangan Pilkada Serentak 2018. Saat dihubungi via telepon dan WhatsApp belum merespon.

Sebelumnya, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Sampang Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) memilih jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Langkah tersebut diambil pasca rekapitulasi tingkat KPU Sampang, Paslon Hermanto Subaidi – Suparto (Mantap) nomor urut 2 memperoleh 252.676 suara (37,3861 %), dan kalah atas lawan politiknya Jihad nomor urut 1 dengan meraup 257.121 suara (38,0438 %). Selisih kemenangan Paslon Jihad sebanyak 4.445 suara (0,66 %). Kemudian, paslon Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) nomor urut 3 mendapat 166.059 suara (24,5702 %).

Saksi Tim Pemenangan Palson Mantap juga menolak menandatangani hasil rekap suara ditingkat KPU Sampang. Tim paslon Mantap mengaku mengantongi dugaan pelanggaran Pilkada Serentak 2018 dan telah di laporkan ke Panwaslu Kabupaten Sampang.(Rafi/Hartono)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar