oleh

Waduh! Mulai Tahun 2017 Tidak Ditemukan Pelanggaran Sampel Tembakau?

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pengambilan sampel tembakau oleh pabrikan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dibatasi, yakni maksimal satu kilogram agar tidak merugikan masyarakat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang tata niaga tembakau.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Kemerologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Imam Hidajad mengungkapkan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap pabrikan yang mengambil sampel tembakau lebih dari satu kilogram sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Bukan berarti pas satu kilogram, karena yang ngambil tangan. Tetapi, kalau sampai lebih dari 1,5 kilogram, maka petugas akan bertindak,” tegasnya, Rabu (14/8/2019).

Loading...

Dikatakan, sejak tahun 2017 sampai sekarang belum ada kasus pelanggaran tata niaga tembakau yang masuk jalur hukum dengan alasan masih dalam batas toleransi. Sementara pada tahun 2015 hingga tahun 2016, terdapat kasus pelanggaran sampel tembakau yang sampai masuk meja hijau.

“Pada tahun 2015 ada tiga pabrikan yang ditemukan melanggar dan sudah diambil tindakan, dari tiga itu hanya satu pabrikan yang divonis pada tahun 2016. Karena hanya melanggar perda, maka masuk Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan hukuman dua bulan dan denda 20 ribu,” terangnya.

Sebelum mengambil tindakan tegas, lanjut dia, pihaknya terlebih dahulu memberikan peringatan, mulai peringatan ringan hingga peringatan keras. Apabila sampai tiga kali yang bersangkutan tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka langsung diambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Harapan kami tentu bagaimana pabrikan bisa mematuhi perda yang ada, kasihan masyarakat,” pungkasnya.


Penulis: Marzukiy
Editor: Desy Wulandari

Komentar