oleh

Waduh! Tembakau Madura Dicampur Tembakau Jawa

PortalMadura.Com, Pamekasan – Isu tentang masuknya tembakau Jawa ke wilayah Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, ternyata bukan hanya isapan jempol belaka. Bahkan, praktik mencampur tembakau Madura dengan tembakau Jawa sudah berlangsung lama.

Hal itu disampaikan salah satu pekerja gudang berinisial SN kepada PortalMadura.Com, Jumat (5/10/2018).

Dikatakan, sejak musim tembakau tahun 2018 gudang di mana ia bekerja, biasa mendatangkan tembakau luar Madura dengan jumlah yang cukup banyak. Kemudian dicampur dengan tembakau Madura yang dibeli langsung dari petani.

“Sudah bisa dicampur, saya setiap hari sekarang kerjanya memang mencampur tembakau Jawa itu dengan tembakau Madura. Kata siapa tidak masuk ke Madura, sudah lama seperti itu,” jelasnya kepada PortalMadura.Com dengan mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Menurutnya, proses pencampuran tembakau Madura dengan tembakau Jawa bukan pekerjaan ringan. Selain jumlahnya yang banyak, pun juga aroma tembakau Jawa sangat menyengat, berbeda dengan aroma tembakau Madura yang harum.

Loading...

“Kalau mencampur tembakau Jawa itu harus pakai masker, itu pun tetap saja baunya menyeruak. Makanya harganya murah, sekarang saja masih tinggal satu gudang yang belum dicampur, ” tandasnya.

Pihak gudang tetap membeli tembakau Jawa meskipun kualitasnya jelek, tidak ada maksud lain hanya untuk meraup keuntungan semata. Karena ketika dicampur dengan tembakau Madura harganya akan terangkat dengan sendirinya.

“Sejak kemarin tidak pernah ada razia meskipun katanya tidak diperbolehkan, ” pungkanya.

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Ainurrahman berdalih, pihaknya tidak mempunyai kewenangan merazia langsung ke gudang. Karena itu menjadi tugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Kami hanya melakukan razia di jalan raya bersama petugas gabungan yang dibagi kepada empat titik. Yaitu di Jalan Raya Tlanakan, Proppo, Blumbungan dan perbatasan Pamekasan-Sumenep,” kilah dia. (Marzukiy/Nanik)



Komentar