oleh

Wanita Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Farah Diba Meisari berpendapat, bahwa dalam satu dekade terahir perempuan seolah menjadi bintang dalam upaya pengentasan kemiskinan diberbagai lapisan komponen masyarakat.

Wanita kelahiran Sumenep, 11 Mei 1995 ini merasakan kondisi itu ketika bicara soal ekonomi adalah juga berbicara tentang posisi perempuan. Faktanya memang benar, bahwa perempuan adalah agent of development.

“Maka, peran wanita sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan perekonomian di semua lapisan masyarakat,” ujar Farah sapaan akrab Farah Diba Meisari, Kamis (15/11/2018).

Menurut Farah, keberdayaan wanita di bidang ekonomi merupakan salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Minimal dalam lingkup keluarga.

Saat wanita menjadi kaum terdidik, mempunyai hak-hak kepemilikan, dan bebas untuk bekerja di luar rumah serta mempunyai pendapatan mandiri, inilah tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat.

“Maka peran kaum hawa untuk menata ekonomi, khususnya bagi perempuan Madura wajib dimulai dari peningkatan kualitas SDM. Jadilah kaum hawa terdidik. Kalau kualitas SDM tinggi, maka tingkat ekonomi akan semakin berkembang,” kata wanita yang suka warna kuning ini.

Farah sependapat dengan yang dikemukakan Kartini lebih dari seabad lalu, bahwa tiap wanita mesti memiliki kemandirian ekonomi, agar dirinya punya kuasa dan posisi dalam hubungan domestik, keluarga, dan lingkungan sosial.

“Dari sini, sudah seharusnya kaum hawa memiliki semangat untuk menata hidupnya lebih baik dengan cara menambah pendapatan keluarga. Misalnya dengan cara berwiraswasta atau aktif diberbagai program kaum hawa untuk mengasah skill, salah satunya bisa di PKK,” terangnya.

Ia yang kesehariannya sibuk dengan jabatannya sebagai Staf Bawaslu Sumenep mengajak kaum wanita Madura khususnya untuk menggali dan mengasah bakat dan skill yang ada dalam setiap diri wanita.

“Memotivasi diri dan kreatif bersama-sama kaum hawa lainnya, hasilnya akan jauh lebih berdampak postif, baik pada keluarga, lingkungan dan bangsa,” ucap Farah yang memiliki tinggi badan 150 cm dengan berat 52 kg.

Farah yang sempat menyandang prestasi cumlaude S1 pada Pendidikan Kewarganegaraan STKIP PGRI Sumenep, tidak menyangkal bahwa peran perempuan di dalam membangun ketahanan ekonomi, sudah dirasakan dampaknya, terutama dalam sektor informal.

Perempuan yang populasinya hampir sama dengan laki-laki atau bahkan bisa sebanding adalah sumber daya manusia yang potensial bagi pembangunan keluarga, lingkungan, bangsa dan negara.

Perlu disadari, kata Farah, pertumbuhan ekonomi dunia misalnya, perempuan menanamkan lebih dari 90% pendapatan mereka pada sektor kesehatan, pendidikan dan itu untuk kesejahteraan keluarga.

Ia menegaskan, bahwa partisipasi perempuan dalam pertumbuhan ekonomi yang sangat penting tersebut tidak hanya untuk menurunkan tingkat kemiskinan di kalangan perempuan, tetapi juga sebagai pondasi dasar yang kokoh di sektor lainnya.

Kepada PortalMadura.Com, wanita cantik berdarah Arab ini menyampaikan motto hidupnya, “Bekerja keraslah dan berfikirlah luas!”. Sambil meminta mengakhiri permbincangan dengan balutan senyum ramah.(Hartono)