oleh

Wapres Kalla Tekankan Pentingnya Kemandirian Industri Pertahanan

PortalMadura.Com, Jakarta – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan Negara membutuhkan kemandirian Industri Pertahanan.

Kalla menceritakan pengalaman Indonesia menghadapi embargo industri pertahanan Amerika Serikat pada 1990an karena persoalan Timor Leste.

“Kita merasakan betul bagaimana sulitnya memperoleh alutsista karena embargo itu, maka suatu Negara harus mandiri, berdiri atas kemampuannya sendiri dengan teknologinya, di samping juga bekerja sama,” ujar Kalla, Rabu, saat membuka Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta.

Oleh karena itu Kalla menekankan pentingnya mengembangkan riset militer.

Selain membangun kemandirian, lanjut Kalla, riset militer juga akan berdampak baik bagi pengembangan industri perdagangan.

Kalla mencontohkan kontainer yang mulanya untuk perang namun kemudian alat itu menjadi kebutuhan industri perdagangan.

“Di samping memberi kemandirian, kita juga bisa menjual alat pertahanan,” ujar dia. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (7/11/2018).

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan salah satu tujuan Indo Defence 2018 Expo & Forum adalah untuk membangun kemandirian Industri Pertahanan dalam Negeri.

Kemandirian itu, lanjut Ryamizard, terbangun lewat produksi berbagai alutsista dan kerja sama pembangunan prototipe alutsista dengan berbagai negara.

Salah satu kerja sama itu, ujar Ryamizard, adalah pembangunan prototipe medium tank antara PT Pindad dengan perusahaan industri pertahanan Turki FNSS.

Ryamizard mengklaim bahwa Indonesia merupakan produsen industri pertahanan potensial karena menghadapi beragam ancaman perang yang nyata seperti terorisme dan gerakan ekstrem, bencana alam, pembajakan dan penyelundupan narkoba.

Selain itu, lanjut Ryamizard, Indonesia merupakan pasar yang menarik dengan luasan wilayah dan jumlah penduduk yang banyak.

Ryamizard berharap Indo Defence 2018 Expo & Forum dapat memperluas pasar Industri Pertahanan Indonesia di kancah Industri Pertahanan global.

Indonesia menggelar Indo Defence 2018 Expo & Forum ke-8 di Jakarta, 7-10 November 2018. Ini merupakan ajang diplomasi pertahanan Indonesia sekaligus wadah promosi produsen pertahanan dan keamanan Internasional yang digelar sejak 2004 setiap dua tahun sekali.

Pameran ini digelar bersamaan dengan pameran kedirgantaraan dan helikopter Indo Aerospace featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum dan pameran kemaritiman Indo Marine 2018 Expo & Forum.

Acara ini juga akan menggelar forum Internasional bertemakan Ensuring Regional Stability Through Cooperation On Counter Terrorism.

Juga forum bisnis sebagai wadah yang mempertemukan calon Negara pembeli Non-tradisional dengan pelaku Industri Pertahanan.

Indo Defence kali ini diikuti oleh 867 peserta dari 60 Negara. Juga 10 Menteri Pertahanan berbagai Negara dan perwakilan lembaga pertahanan.

Pemerintah menargetkan gelaran ini akan dihadiri oleh 25.000 pengunjung. (AA)

Loading...