PortalMadura.Com, Sumenep – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawa kepemimpinan KH Imam Hasyim mulai memasang kuda-kuda untuk meraih suara gemilang pada Pemilu 2019.
PKB yang jumlah kursinya terus terjungkal hingga nyaris ke titik nadir setiap pesta demokrasi 5 tahunan itu, kini menarget hingga 14 kursi di tahun 2019. Salah satu usaha yang dilakukan, menempatkan sederetan nama beken pada setiap Daerah Pemilihan (Dapil).
Tidak hanya itu, kuota setiap Dapil dipenuhi hingga 100 persen. Komposisinya, 30 persen figur di luar kader partai dan 70 persen figur kader partai. Bahkan, partai yang didirikan 23 Juli 1998 oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini juga merekrut kerabat dan mantan Kepala Desa (Kades) dan wartawan.
Seperti pada Dapil Sumenep 1, ada nama Imam Syafi’i (putra Kades Poteran, Talango), Dapil Sumenep II, H Fadli Oktaviari (suami Kades Aeng Anyar, Gili Genting), Dapil Sumenep III, H. Hasan (Suaminya Kades Karangsokon, Guluk-Guluk).
Selain itu, pada Dapil Sumenep IV, Ndi (suami Kades Dasuk Timur, Dasuk) dan Siswadi (saudara Kades Prancak, Pasongsongan), Dapil Sumenep V, H. Nayatullah (incumben dan mantan Kades Jangkong, Batang-Batang, sekarang istrinya jadi kades).
Dapil kepulauan pun sama. Misalnya, Dapil Sumenep VI, Amsuri (suami Kades Sepanjang, Sapeken), Dapil Sumenep VII, Risnawi (incumben dan keluarga Kades Jungkat, Raas).
Kekuatan lainnya, Bacaleg PKB yang sudah didaftarkan ke KPU Sumenep, banyak orang dekat Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Seperti, H. Samiuddin (Ketua Yayasan Al Karimiyyah/Pesantren KH. A Busyro Karim) dan Ahmad Riyadi (ajudan pribadi bupati) yang berangkat dari Dapil Sumenep V.
Unsur lain, Hambali Rasidi (wartawan/ CEO Mata Madura) yang selama ini dikenal dekat dengan Bupati Sumenep berangkat dari Dapil Sumenep VII dan Irwan Hayat, keponakan pengusaha H. Kamil (HK) dari Dapil Sumenep III.
Ketua Tanfidz DPC PKB Sumenep, KH Imam Hasyim merasa optimis untuk meraih suara maksimal hingga 14 kursi pada Pemilu 2019.
“Sekarang, kursi PKB hanya tujuh. Awalnya 25 dan merosot menjadi 20. Pada Pileg 2014 menjadi 7 kursi,” kata mantan Ketua DPRD Sumenep ini, pada wartawan.
Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aeng Baja Raja, Bluto Sumenep ini mengaku mengantongi banyak strategi untuk meraup suara hingga 14 kursi.
“Kami optimis. Insya Allah dengan kader dan calon yang notabene NU akan meraih target 14 kursi,” tandasnya.(Hartono)