Viral  

Waspada! Link “Video Teh Pucuk Viral” Berisi Jebakan Phishing, Ini Fakta Sebenarnya

Avatar of PortalMadura.com
Waspada! Link "Video Teh Pucuk Viral" Berisi Jebakan Phishing, Ini Fakta Sebenarnya
Waspada! Link "Video Teh Pucuk Viral" Berisi Jebakan Phishing, Ini Fakta Sebenarnya

PortalMadura.comSebuah tautan yang mengklaim berisi “video teh pucuk viral” durasi 1 menit 50 detik kembali beredar luas di media sosial dan grup pesan pada Jumat (13/2).

Namun, otoritas keamanan siber memperingatkan bahwa tautan tersebut merupakan modus penipuan berkedok konten provokatif, bukan video resmi dari merek minuman apapun.

Berdasarkan pantauan tim edukasi digital Kementerian Kominfo, unggahan anonim tersebut menyebar melalui kolom komentar dan pesan berantai sejak pagi hari.

Tautan eksternal yang disematkan tidak mengarah ke platform video resmi, melainkan ke situs pihak ketiga yang meminta pengguna memasukkan data pribadi atau mengunduh file mencurigakan.

“Kami tegaskan, tidak ada kaitannya dengan merek Teh Pucuk Harung atau kampanye promosi resmi perusahaan minuman,” ujar juru bicara Kominfo dalam keterangan tertulis, Jumat siang.

“Ini pola klasik phishing yang memanfaatkan rasa penasaran publik.”

Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya mengonfirmasi, beberapa tautan tersebut mengandung skrip berbahaya yang dapat mencuri kredensial akun media sosial atau menyisipkan malware ringan ke perangkat korban.

Modus serupa pernah terjadi pada 2024 dengan umpan konten “viral” lainnya.

Hingga pukul 14.00 WIB, tidak ada platform video besar seperti YouTube, TikTok, atau Instagram yang merilis konten dengan klaim tersebut.

Cuplikan yang beredar tidak memiliki metadata waktu jelas dan didistribusikan tanpa konteks sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pakar keamanan digital dari Lembaga Riset Siber Indonesia, Dr. Rini Widyastuti, memberikan panduan pencegahan:

1. Hindari klik tautan dari sumber tidak dikenal meski dikirim kenalan
2. Periksa alamat domain—situs phishing sering menggunakan nama mirip dengan domain resmi
3.Aktifkan fitur keamanan dua langkah pada akun penting
4. Laporkan unggahan mencurigakan melalui kanal resmi Kominfo di aduankonten.id
5. Bagi pengguna yang tidak sengaja mengakses halaman palsu dan memasukkan data pribadi, segera ganti kata sandi akun terkait dan periksa riwayat aktivitas perangkat. Kominfo juga mengimbau masyarakat tidak meneruskan tautan serupa untuk memutus rantai penyebaran hoaks.

Kasus ini mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah maraknya modus penipuan berbasis konten provokatif menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Otoritas berwenang tengah melacak asal penyebar tautan untuk proses hukum lebih lanjut sesuai UU ITE Pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik dan penipuan elektronik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses