Viral  

Waspada! Video “Teh Pucuk 17 Menit” Viral di TikTok Ternyata

Avatar of PortalMadura.com
Waspada! Link "Video Teh Pucuk Viral" Berisi Jebakan Phishing, Ini Fakta Sebenarnya
Waspada! Link "Video Teh Pucuk Viral" Berisi Jebakan Phishing, Ini Fakta Sebenarnya

PortalMadura.com Gelombang pencarian video “Teh Pucuk durasi 17 menit” yang viral di TikTok dan media sosial ternyata tidak berdasar fakta. Hingga Jumat (13/2) sore, tidak ada bukti keberadaan video tersebut, sementara banyak tautan mencurigakan bermunculan memanfaatkan rasa penasaran publik untuk meraup klik dan berpotensi mencuri data pribadi.

 

Pantauan menunjukkan tren pencarian kata kunci “video Teh Pucuk 17 menit” melonjak signifikan dalam beberapa hari terakhir. Di TikTok, ratusan pengguna mengunggah konten bertema produk minuman kemasan itu—mulai dari foto botol hingga video reaksi—tanpa menjelaskan substansi video yang diklaim viral. Akun @rh_creator26 misalnya, hanya menampilkan adegan mencicipi minuman tersebut sambil berkomentar, “Ini yang lagi viral, banyak seliweran di beranda.” Video berdurasi 40 detik itu telah ditonton lebih dari 21 ribu kali.

 

“Konten yang beredar tidak mengarah pada video spesifik berdurasi 17 menit. Ini murni tren iseng yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” ujar pengamat media digital Rizky Pratama kepada *Medcom.id*, Jumat (13/2).

 

Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah situs dan akun anonim mulai menyebarkan tautan dengan judul bombastis seperti “Link Video Teh Pucuk 17 Menit Full HD”. Tautan tersebut kerap mengarah pada halaman berisi iklan agresif, konten dewasa, atau malware berbahaya. Pakar keamanan siber dari ID-SIRTII/CC, Budi Rahardjo, memperingatkan risiko nyata di balik fenomena ini.

 

“Tautan semacam ini sering menjadi pintu masuk praktik phishing. Pengguna yang mengklik bisa kehilangan data login media sosial, nomor kartu kredit, atau terinfeksi ransomware yang mengunci perangkat,” jelas Budi.

 

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui akun resminya juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing konten viral tanpa verifikasi. “Jika judul terlalu provokatif dan sumber tidak jelas, abaikan dan laporkan melalui fitur pelaporan platform,” tulis Kominfo dalam unggahan 12 Februari 2026.

 

Fenomena ini mengingatkan pada pola hoaks serupa yang kerap muncul di ruang digital Indonesia, seperti video “Indomie 10 menit” atau “Aqua 22 menit” yang pernah viral beberapa tahun lalu. Pola yang sama terulang: rasa penasaran publik dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi melalui klik palsu.

 

Pengguna internet disarankan menerapkan prinsip kehati-hatian digital: hindari klik tautan dari sumber tidak terverifikasi, aktifkan fitur keamanan dua langkah pada akun penting, dan laporkan konten mencurigakan kepada platform atau aduankonten.id milik Kominfo. Sebab, di balik rasa penasaran sesaat, ancaman keamanan digital bisa berdampak jangka panjang pada privasi dan keuangan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses