PortalMadura.com

Women’s March, Warga Indonesia Turun Jalan

  • Sabtu, 3 Maret 2018 | 21:12
Women’s March, Warga Indonesia Turun Jalan
foto: citizendaily.net

PortalMadura.Com, Jakarta – Ribuan masyarakat Indonesia turun ke jalan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional atau Women’s March, Sabtu (3/3/2018), di Jakarta.

Selain menuntut pemenuhan hak perempuan dan kelompok marginal, mereka juga mendesak pemerintah segera memberikan bantuan hukum dan pemulihan untuk penyintas. Selain perempuan, kelompok marginal lain seperti masyarakat adat, buruh migran, pekerja industri, pekerja rumah tangga, kelompok difabel, dan orang dengan HIV/AIDS.

“Banyak penyintas kekerasan yang tidak benar-benar pulih karena tidak memperoleh bantuan hukum dan pemulihan,” ujar Ketua Women’s March Jakarta Kerri na Basaria. Dilansir Anadolu Agency.

Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan, terdapat hampir 260.000 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan sepanjang 2017.

Selain itu, data Menghitung Pembunuhan Perempuan menyebutkan terdapat 173 perempuan dibunuh di Indonesia pada 2017. Sebanyak 95 persen pelakunya laki-laki.

Para peserta aksi juga menuntut pemerintah untuk menghapus kekerasan berbasis gender di tingkat hukum dan kebijakan.

Mereka mendesak pemerintah untuk segera membahas dan mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Pekerja Rumah Tangga.

“RUU Penghapusan Kekerasan Seksual itu memuat banyak solusi persoalan kekerasan seksual, sekaligus ancaman pidananya,” kata Kerri.

Sejak 1978, PBB menetapkan Women’s March setiap 8 Maret. Seturut peristiwa 8 Maret 1908 di mana tak kurang dari 15.000 buruh perempuan pabrik garmen di New York berdemonstrasi tentang jam kerja yang tidak manusiawi, upah rendah, dan hak suara perempuan.(AA)

Loading...
Advertisement
banner300x250

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional