PortalMadura.com–Audisi Indonesian Idol musim ke-14 diwarnai penampilan tak terlupakan dari Yusril Yudane, konten kreator asal Lombok yang mengusung konsep musik unik bernama “Dutlish”—perpaduan antara dangdut khas Indonesia dan lirik berbahasa Inggris. Penampilannya yang penuh kreativitas dan humor spontan berhasil membuat kelima juri—Reza Arap, Judika, Bunga Citra Lestari (BCL), Rossa, dan Raisa—langsung memberikan suara “Yes”.
Yusril membawakan versi Inggris dari lagu-lagu dangdut legendaris dengan cengkok autentik. “Keong Racun” berubah menjadi “Toxic Snail”, “Bang Toyib” jadi “Bro Toyib”, dan “Pecah Seribu” diubah secara puitis menjadi “Broken Into Thousand Pieces”. Meski terdengar jenaka, Yusril tetap menjaga kekuatan vokal dan konsistensi cengkok dangdutnya.
Alhasil, suasana studio penuh tawa dan tepuk tangan. Bahkan Reza Arap dan Raisa tak ragu langsung menekan tombol “Yes” saat Yusril menyanyikan Toxic Snail.
Berusia 26 tahun, Yusril dikenal aktif di media sosial sebagai pencipta konten Dutlish. Akun Instagram-nya @yusrilyudane telah diikuti lebih dari 59 ribu pengikut, sementara akun TikTok-nya menembus 204 ribu followers. Ia rutin mengunggah aransemen dangdut berbahasa Inggris dan konten sambung lagu berbasis kemiripan melodi.
Di bio Instagram, Yusril bahkan menyebut dirinya “Duta Ombre Lagu”—istilah kocak yang mencerminkan gaya musiknya yang memadukan dua dunia: tradisional dan global.
Kini, popularitasnya meluas dari ranah digital ke panggung nasional. Dengan golden ticket di tangan, Yusril resmi melaju ke babak selanjutnya Indonesian Idol 14, membawa misi memperkenalkan dangdut dalam cara yang segar, menghibur, dan relevan bagi generasi muda.
Penampilannya bukan hanya hiburan semata, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang inovasi dalam musik tradisional Indonesia—tanpa kehilangan jati diri.





