oleh

2007 & 2014 Pasar Anom Terbakar, Pembangunan Pun Bermasalah

SUMENEP (PortalMadura) – Belum hilang rasa pedih para pedagang Pasar Anom Baru Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur akibat kebakaran hebat di tahun 2007. Kini kembali kebakaran lebih besar melanda diawal bulan Maret 2014 ini.

Pihak pemerintah yang berusaha membangun kembali, justru bermasalah pada pekerjaan pihak kontraktor, sehingga pekerjaan dihentikan. Sampai saat ini pun, pekerjaan proyek itu mangkrak.

Pembangunan Pasar Anom Baru yang rencananya bakal ditempati para korban kebakaran tahun 2007 itu membutuhkan dana sebesar Rp. 42 miliar. Anggaran ini, akan dianggarkan di APBD setiap tahun.

Di APBD 2011, baru dianggarkan dana sebesar Rp. 8 miliar lebih. Anggaran ini sebagian sudah terserap. Namun, pekerjaannya justru bermasalah.

Di tahun 2012 mematok dan mengalokasikan dana berkisar Rp. 17 miliar yang rencananya melanjutkan pembangunan pasar tersebut. Sehingga ditargetkan 2013 pembangunan pasar tuntas.

Namun, usaha pembangunan pasar anom semuanya gagal, karena masih berkutat pada masalah pekerjaan yang pertama. Akibatnya, para pedagang pun menjadi korban.

“Para pedagang benar-benar menderita, mas!. Proyek pembangunan sudah terkatung-katung. Korban kebakaran tahun 2007 juga belum ada tempat, malah disusul dengan kebakaran lagi,” kata H. Soleh, salah seorang yang kiosnya ikut terbakar, Rabu (5/3/2014) malam.

Loading...

Kebakaran kali ini, justru lebih besar bila dibanding 7 tahun silam, tepatnya, Minggu (28/10/2007). Kios yang terbakar pada saat itu akibat arus pendek listrik mencapai 154 kios ludes. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian mencapai Rp 5 miliar.

Jumlah kios terbakar kali ini lebih banyak dibanding sebelumnya, yakni tercatat 600 kios permanen. Itu pun belum termasuk stand non permanin. Kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar. “Kalau kerugian mencapai puluhan miliar. Angka pastinya, kita juga belum tahu, karena pendataan masih berjalan terhadap kios non permanen,” ujar Imam Sukandi, Kabid Pendapatan DPPKA Sumenep, Kamis (6/3/2014).

Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Bambang Prayogi, menyarankan agar menggunakan anggaran tak terduga untuk mengatasi kebakaran pasar 2014 ini. Politisi PDI Perjuangan ini menilai, jika peristiwa kebakaran masuk katagori bencana alam.

Disisi lain, pihaknya juga berharap agar warga tidak selalu menyalahkan pemerintah daerah, dalam hal ini pihak pemadam kebakaran yang dinilai lambat melokalisir api. “Kekuatan pemadam kebakaran itu sudah dilakukan maksimal, tapi memang benar-benar tidak mampu melokalisir api, sehingga ratusan kios ludes. Ini musibah yang patut diambil hikmahnya,” katanya.

Salin kerjasama antar semua kekuatan, baik eksekutif, kesadaran masyarakat, pihak legislatif justru akan lebih cepat menyelesaikan masalah ini. “Saya harap Pemda serius menangani peristiwa ini, masyarakat pun perlu menyadari, pihak legislatif juga akan seiring dan seirima selama untuk kebaikan orang banyak,” pungkasnya.(htn)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar