oleh

3 Tanda Anak Siap Masuk Preschool, Catat!

PortalMadura.Com – Ketika anak memasuki usia 3-5 tahun, biasanya orang tua kepikiran untuk memasukkan mereka ke pra sekolah atau preschool. Sebagian orang tua merasa khawatir takut anaknya belum siap untuk menerima pelajaran di usianya yang terbilang dini.

Padahal, dengan memasukkan anak ke preschool, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Hal ini tentunya sangat baik bagi tumbuh kembang anak.

Preschool punya banyak manfaat buat anak. Mereka terbantu belajar gimana bersosialisasi, bagaimana bekerja sama, dan belajar memberi serta menerima,” kata dokter tumbuh kembang anak, P. Gail William.

Selain itu, saat di preschool, anak juga bisa bermain sambil belajar. Secara otomatis, anak akan belajar bahasa dan banyak kata ketika berinteraksi dengan temannya. Demikian disampaikan William, seperti dilansir Haibunda.com yang mengutip dari Health Line.

Bahkan, dengan masuk preschool anak bisa berlatih belajar literasi. Kemudian, mereka bisa membangun kemampuan pra-matematika seperti berhitung, mengelompokkan, dan mengenal pola.

Baca Juga : 3 Manfaat Daftarkan Anak ke Prasekolah, Jangan Ragu!

Sebenarnya, ini semua tergantung dari keputusan orang tua. Tapi, tidak ada salahnya Anda mengecek apakah anak sudah siap dimasukkan ke preschool.

Dilansir Haibunda.com yang mengutip dari buku Anti Panik Mengasuh Anak 0-3 Tahun yang disusun tim Tiga Generasi, ciri-ciri anak yang siap masuk preschool bisa dilihat berdasarkan beberapa aspek, berikut daftarnya:

Loading...

Aspek Sosial

– Anak mampu berpisah selama beberapa jam dari orang tua. Saat anak bisa bertahan dari rengekan atau tangisan tanpa adanya orang tua, maka itu bisa menjadi salah satu ciri ia siap masuk pra sekolah.

– Anak mengenali anggota keluarga, saudara, maupun teman-temannya. Ketika anak sudah mengenal orang-orang di sekitarnya, kemungkinan anak juga sudah bisa masuk pra sekolah.

– Anak menunjukkan ketertarikan serta rasa ingin tahu dalam belajar dan bertemu orang baru. Di usianya yang masuk pada masa keemasan, biasanya anak selalu ingin tahu segala hal yang ada di lingkungannya.

– Anak tertarik berpartisipasi dalam aktivitas kelompok minimal 15 menit, tanpa bantuan orang tua atau orang dewasa.

Keterampilan Motorik

– Motorik kasar, kekuatan, serta keseimbangan anak sudah berkembang cukup baik. Misalnya, anak sudah bisa melompat, berdiri satu kaki, berlari, atau menendang.

– Koordinasi tangan dan mata sudah berkembang dengan baik. Hal ini tampak misalnya saat anak bermain menyusun balok atau puzzle sederhana.

Kemampuan Berpikir

– Anak mampu memahami instruksi yang terdiri dari 2-3 kata.
– Anak menunjukkan kemampuan dalam membedakan seperti membedakan bentuk tertentu, bentuk dari jumlah, ukuran, warna, atau volumenya.
– Anak mampu membedakan pagi dan malam hari.
– Anak menunjukkan minat pada lingkungan di luar rumah. Misal bertanya soal hewan atau kejadian tertentu.
– Anak mulai mengeksplor berbagai pemakaian alat menggambar seperti krayon dan pensil warna.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : haibunda.com


Berita PortalMadura
Loading...
Tirto.ID
Loading...

Komentar