oleh

4 Cara Hindari Penipuan Lewat WhatsApp

PortalMadura.Com – Saat ini ancaman penipuan online semakin banyak. Hal ini disebabkan kecanggihan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga berbagai modus penipuan dengan mudah dilakukan.

Kejahatan siber yang terjadi pada beberapa media sosial harus segera dicegah. Dengan cara memberikan fitur-fitur yang bisa membantu sistem keamanan. Salah satunya yaitu pada aplikasi WhatsApp. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari penipuan lewat WhatsApp.

Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Jumat (24/1/2020) dari laman liputan6.com yang dikutip dari beberapa sumber. Berikut ini penjelasannya:

Modus Peniru

Penipu bisa menggunakan berbagai wajah, misalnya berpura-pura jadi teman yang sedang kesusahan lalu ujung-ujungnya meminjam uang atau lain-lainnya.

Untuk itu, pengguna perlu memperhatikan bahasa dari orang yang coba ditiru si penipu. Misalnya tutur bahasa, cara menjelaskan situasi, dan hal-hal kecil lainnya yang membuat Anda ragu.

Setelah mengetahui bahwa ini merupakan salah satu modus penipuan, pengguna bisa melaporkan dan memblokir si penipu. Caranya dengan buka chat, klik kontak atau nama group, kemudian klik laporkan atau block kontak.

Baca Juga: Istri Minta Cerai Mendominasi, Perselingkuhan ASN Ikut Mewarnai

Jangan Tergiur Iming-iming Hadiah

Pernahkan menerima pesan isinya Anda mendapatkan hadiah? Iya iya, itu merupakan salah satu modus pelaku menipu korban. Jangan pernah percaya dengan iming-iming hadiah.

Karakteristik atau pesan yang perlu dihindari antara lain yang mengandung kesalahan ejaan, meminta untuk klik link, meminta membagikan informasi pribadi, meminta meneruskan pesan, atau meminta pengguna membayar untuk bisa menggunakan layanan WhatsApp.

Nah, jika pengguna menerima pesan-pesan seperti di atas, segera hapus dan laporkan pesan tersebut. Jangan pernah mengeklik link atau memberi informasi pribadi apapun dengan imbalan hadiah.

Link Mencurigakan

Modus lain yang dipakai penipu melakukan penipuan yaitu dengan link. Untuk mengenalinya, pengguna bisa melihat indikator yang ditampilkan. Ketika menerima tautan, tinjau konten pesan dengan hati-hati.

Jika tautan ditandai sebagai link mencurigakan, pengguna bisa mengetuk link tersebut, pesan pop-up akan ditampilkan. Saat itu cek karakter tidak umum yang ada di tautan tersebut.

Penipu bisa saja menggunakan kombinasi karakter untuk mengecoh agar pengguna mengekliknya. Padahal ketika diklik, situs tersebut malah situs penipuan.

Untuk itu, pengguna perlu berhati-hati dan lebih cermat untuk tidak mengklik ketika ada link mencurigakan yang diterima lewat WhatsApp.

Perhatikan Setting WhatsApp

Pengguna perlu mengendalikan Setting privasi mereka, caranya: kontrol siapa yang bisa melihat informasi lewat Setting-an Last Seen, Foto Profil, atau Status dalam pengaturan privasi.

Kedua, kontrol siapa yang bisa menambahkan ke grup. Caranya buka Setting aplikasi, ketuk Akun, kemudian Privasi, kemudian Group. Pengguna bisa memilih siapa yang bisa memasukkan nomor Anda ke grup, misalnya “kontak saya kecuali,”, “kontak saya”, dan “semua orang.”

Ketika, terapkan lapisan keamanan tambahan berupa Verifikasi Dua Langkah. Caranya buka Setting, pilih Akun, kemudian pilih Verifikasi Dua Langkah.

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE