oleh

5 Cara Jitu Cegah Penyebaran Hoax di WhatsApp

PortalMadura.Com – WhatsApp merupakan salah satu media sosial (medsos) yang saat ini banyak digunakan untuk berinteraksi dengan keluarga, teman atau lingkungan. Selain bisa mendapatkan informasi secara mudah, adanya WhatsApp juga bisa membuat penggunanya merasa kesal. Salah satunya yaitu jika menerima puluhan broadcast hoax.

Oleh karena itu sebagai pengguna WhatsApp, Anda harus bijak bermedsos dan bisa mencegah penyebaran hoax. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Rabu (27/11/2019) dari laman detik.com yang dikutip dari beberapa sumber. Berikut beberapa cara mencegah penyebaran hoax di WhatsApp:

Cari Tanda yang Menunjukkan itu Kabar Palsu

Periksa pesan, foto, audio dan video yang Anda terima. Semua bisa diedit untuk menyesatkan Anda. Foto atau video rekayasa biasanya sengaja disebar dengan resolusi gambar yang buruk, pecah-pecah atau dipotong-potong untuk menyembunyikan kepalsuan.

Hati-hati dengan Forward Mesagges

Spam, hoax atau pishing biasa beredar di WhatsApp dengan perintah untuk disebar ke banyak orang. Hati-hati jika menerima forward messages dari orang lain yang isinya mengaku dari WhatsApp, meminta pesan ini diforward ke banyak orang, ada ancaman tertentu untuk Anda jika tidak memforward pesan, atau iming-iming hadiah jika mem-forward pesan. Jika menerima semacam ini, abaikan!

Jika yang memforward pesan ini adalah orang yang Anda kenal, segera kasih tahu kalau itu berpotensi bohong.

Loading...

Baca Juga: Dibuka Pendaftaran Panwascam Pilkada Sumenep, Perhatikan Persyaratannya

Perhatikan Segala Bentuk Keanehan dalam Pesan

Pesan hoax sebenarnya punya banyak kesalahan dan keanehan dalam pesan. Misalnya font yang berbeda bentuk antara judul dan isinya. Kesalahan eja juga bisa menjadi indikasi keanehan.

Berita Viral Seringkali Palsu

Ingat, berita viral seringkali palsu. Viralnya karena heboh dan sensasional, serta aneka pesan untuk disebar kepada orang banyak.

Ada dua modus berita viral yang palsu:

Pertama ia berasal dari situs media abal-abal, atau menyerupai media padahal adalah blog yang itu bisa dicek di bagian paling bawah situs mereka.

Kedua, yang disebar hanya screenshot halaman berita yang sudah diedit judul atau fotonya. Isi berita biasanya tidak ada, link berita asli pun tidak disertakan. Ini biasanya palsu. Kalau bentuknya video, ia kadang hanya stok gambar lama yang ditimpa audio baru (voice over)

Selalu Verifikasi Pesan dengan Sumber yang Terpercaya

Anda harus bandingkan broadcast message dengan berita yang ada di media mainstream yang terpercaya, seperti detikcom dan lain-lain. Jika tidak ada di media mainstream, bisa jadi itu kabar bohong.

Kalau pesan itu menyebutkan, supaya Anda jangan percaya dengan media mainstream, justru itulah ciri-ciri broadcast hoax.

Ayo kita saling bahu-membahu mencegah penyebaran hoax di WhatsApp, dimulai dari diri sendiri.

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE