5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Berhenti Konsumsi Gula

5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Berhenti Konsumsi Gula
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Gula merupakan salah satu bahan makanan yang menghadirkan rasa manis pada setiap masakan atau minuman. Namun dibalik itu, Terlalu banyak mengonsumsi gula berisiko pada penyakit diabetes.

Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit yang disebabkan gula, maka sebaiknya Anda membatasi atau bahkan berhenti mengkonsumsi gula. Lantas apa yang akan Anda peroleh ketika berhenti mengonsumsi gula?

Berikut ulasannya:

Terlihat Lebih Muda
Dokter bedah plastik dari Michigan, Anthony Youn mengatakan bahwa gula setara dengan kerutan. Kolagen dan elastin merupan dua protein utama yang memberikan nutrisi pada kulit. Dua protein ini harus dijaga agar kulit tetap tampak lebih muda.

Lebih Bahagia
Ahli Nutrisi dari Kansas, Megan Gilmore mengatakan bahwa Anda mungkin berpikir dengan mengonsumsi makanan manis seperti kue dapat membuat Anda bahagia. Nyatanya, konsumsi gula berkaitan dengan tingginya tingkat depresi.

Saat Anda berhenti mengonsumsi gula, Anda mungkin akan mengalami beberapa perubahan termasuk mood Anda. Hal ini biasanya terjadi dalam satu atau dua minggu.

Sebuah studi pada Juni 2015 yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition mengatakan bahwa perempuan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi termasuk gula lebih mungkin mengalami depresi dibanding perempuan yang hanya mengonsumsi beberapa makanan tersebut.

Ahli diet NYU Langone’s Weight Management Program Leah Kaufman mengatakan bahwa bila Anda mengontrol tingkat gula Anda maka Anda juga menjaga kondisi mood Anda.

Berat Badan Turun
Menurut Harvad School of Public Health, Boston, seseorang rata-rata mengonsumsi 22 sendok teh gula setiap harinya. Jumlah tersebut setara dengan kalori berjumlah sekitar 350 kalori.

Tubuh mungkin tidak akan mendapatkan sinyal kenyang saat Anda mengonsumsi gula rafinasi. Hal ini akan membuat Anda mengonsumsi terlalu banyak kalori dan mengalami kenaikan berat badan.

Namun, saat Anda mulai menggantinya dengan makanan bernutrisi maka hormon akan mengaturnya secara natural untuk mengirimkan sinyal ke otak bila Anda telah kenyang. Hasilnya Anda dapat menurunkan badan tanpa berusaha terlalu keras. Biasanya juga akan terlihat pada minggu pertama.

Baca Juga: 596 Napi Lapas Klas IIA Pamekasan Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri

Tidak Mudah Sakit
Gula merupakan salah satu faktor penyebab inflamasi kronik yang dapat menurunkan sistem imunitas. Sistem imunitas ini harusnya dapat melawan penyakit seperti flu dan pilek. Lalu apa yang terjadi saat Anda berhenti mengonsumsi gula?

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi 100gram gula menurunkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri sebanyak 50 persen. Efek ini dapat bertahan selama kurang lebih 5 jam.

Risiko Diabetes Menurun
Berhenti mengonsumsi gula memberikan kesempatan bagi sistem detox natural tubuh untuk melakukan tugasnya.

Proses ini akan sulit bagi Anda yang telah mengalami insulin resistant yaitu sebuah kondisi pra-diabetes yang menyebabkan tubuh memproduksi insulin tetapi tidak dapat menggunakannya dengan tepat.

 


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.