Harga Perak Antam Melesat ke Rp51.156 per Gram, Ikuti Lonjakan Emas Global!

Avatar of PortalMadura.com
Harga Perak Antam Melesat ke Rp51.156 per Gram, Ikuti Lonjakan Emas Global!
Harga Perak Antam Melesat ke Rp51.156 per Gram, Ikuti Lonjakan Emas Global!

PortalMadura.com-Harga perak yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan hari ini. Senin (12/1), harga perak naik Rp1.356 dari level sebelumnya, sehingga mencapai Rp51.156 per gram. Sebelumnya, pada Sabtu (10/1), harga perak berada di angka Rp49.800 per gram.

Kenaikan ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global, yang juga terus menanjak di awal tahun 2026. Antam menyediakan perak batangan dalam berbagai ukuran sebagai alternatif investasi, dengan jaminan kemurnian tinggi dan akurasi produksi yang ketat.

Berikut rincian harga perak batangan Antam per 12 Januari 2026 (belum termasuk PPN 11%):

  • 250 gram: Rp13.314.000
  • 500 gram: Rp25.703.000

Calon pembeli disarankan memeriksa apakah harga yang ditawarkan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai, karena informasi resmi dapat diakses melalui laman Logam Mulia Antam.

Di pasar global, momentum bullish turut mendorong harga perak. Mengutip data Kitco, Senin (12/1), harga perak dunia berada di kisaran USD 80 per ounce, sementara emas mencapai USD 4.500 per ons—naik hampir 4% sejak Jumat lalu. Kenaikan ini terjadi meski dua pekan lalu sempat terjadi penurunan tajam akibat CME Group menaikkan margin requirement untuk meredam spekulasi berlebihan.

Salah satu faktor teknis yang memengaruhi pergerakan harga adalah penyeimbangan ulang indeks komoditas tahunan. Indeks seperti Bloomberg Commodity Index (BCOM) dan S&P GSCI saat ini harus menjual sekitar USD 5 miliar dalam bentuk emas dan perak untuk menyesuaikan bobot aset, setelah lonjakan harga tahun lalu—emas naik lebih dari 60%, perak hampir 150%.

Namun, proses penyeimbangan ini diperkirakan selesai pekan depan. Banyak analis meyakini bahwa fundamental jangka panjang tetap kuat. “Penyeimbangan ulang mungkin tidak jadi berita utama, tapi mengingatkan siapa yang benar-benar mengendalikan pasar,” tulis Kitco.

Di sisi pasokan, tekanan terhadap harga perak semakin meningkat. Permintaan industri dan investor terus bertumbuh, sementara pasokan fisik terbatas. Tidak ada tambang perak baru yang bisa dibangun dalam waktu singkat, sehingga defisit struktural diperkirakan berlanjut. Dalam kondisi ini, banyak pelaku pasar memperkirakan harga perak berpotensi menembus USD 100 per ounce dalam waktu dekat.

Sementara itu, emas tetap menjadi aset safe-haven utama di tengah ketegangan geopolitik dan kebijakan luar negeri AS yang semakin agresif. Prospek keduanya juga sangat bergantung pada kebijakan moneter Federal Reserve, yang akan menjadi penentu arah pasar logam mulia di bulan-bulan mendatang.

Bagi investor domestik, kenaikan harga perak Antam hari ini menjadi sinyal penting untuk memantau perkembangan global—sekaligus pertimbangan strategis dalam diversifikasi portofolio investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses