Perak Antam Melesat ke Rp52.356 per Gram, Beda Arah dengan Harga Global!

Avatar of PortalMadura.com
Perak Antam Melesat ke Rp52.356 per Gram, Beda Arah dengan Harga Global!
Perak Antam Melesat ke Rp52.356 per Gram, Beda Arah dengan Harga Global!

PortalMadura.comHarga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan signifikan pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan data resmi dari Butik Logam Mulia, harga perak Antam naik Rp1.200 menjadi Rp52.356 per gram.

Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan yang sudah terjadi sejak awal pekan. Sehari sebelumnya, Senin (12/1/2026), harga perak naik Rp1.356 ke level Rp51.156 per gram. Bahkan pada Sabtu (10/1/2026), perak sempat melesat Rp1.900 dalam satu hari. Dalam kurun waktu tiga hari saja, harga perak domestik telah naik lebih dari Rp4.000 per gram.

Berikut rincian harga perak Antam pada Selasa (13/1/2026):

Perak Batangan Murni:

  • 1 gram: Rp52.356
  • 250 gram: Rp13.489.000 (sebelum PPN) – Rp14.972.790 (setelah PPN 11%)
  • 500 gram: Rp26.178.000 (sebelum PPN) – Rp29.057.580 (setelah PPN 11%)

Perak Edisi Heritage:

  • 31,1 gram: Rp2.176.086 (sebelum PPN) – Rp2.415.455 (setelah PPN 11%)
  • 186,6 gram: Rp11.934.926 (sebelum PPN) – Rp13.247.768 (setelah PPN 11%)

Perlu dicatat, berbeda dengan emas batangan, setiap pembelian perak Antam dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%. Konsumen disarankan memperhitungkan biaya total termasuk pajak saat merencanakan pembelian.

Kontras dengan Pasar Global

Di tengah euforia kenaikan harga di dalam negeri, kondisi pasar global justru bergerak berlawanan. Menurut data Kitco, harga perak dunia pada Selasa (13/1/2026) turun 1,39% ke level US$83,96 per troy ons—sedikit di bawah posisi sebelumnya di US$84.

Perbedaan arah pergerakan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar dan investor mengenai faktor-faktor spesifik yang mendorong penguatan perak domestik.

Faktor Pendorong Kenaikan Perak Domestik

Sejumlah analis menyebut beberapa alasan di balik lonjakan harga perak Antam:

  1. Permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor energi terbarukan dan elektronik yang menggunakan perak sebagai komponen penting.
  2. Minat beli masyarakat meningkat, seiring tingginya Harga emas yang membuat sebagian investor beralih ke perak sebagai alternatif.
  3. Ketidakpastian ekonomi global, yang mendorong pencarian aset lindung nilai.
  4. Pasokan terbatas di pasar domestik, sehingga permintaan yang meningkat langsung berdampak pada harga.

Selain itu, platform pemantau harga seperti harga-emas.org juga mencatat tren penguatan, meski dengan angka berbeda. Pada Selasa dini hari, harga perak di situs tersebut terpantau di kisaran Rp45.523 per gram—naik Rp582 dari hari sebelumnya. Perbedaan ini wajar mengingat variasi acuan harga, waktu pembaruan, dan struktur biaya antarplatform.

Dengan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir, perak mulai kembali dilirik sebagai instrumen investasi menarik di tengah dinamika pasar logam mulia yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses