PortalMadura.com — Harga perak di pasar domestik mengalami penurunan sebesar Rp900 per gram pada perdagangan Jumat (16/1), berada di level Rp56.800 per gram. Penurunan ini terjadi setelah aksi ambil untung investor menyusul rally kuat yang sempat mendorong harga logam mulia tersebut ke level tertingginya.
Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), per pukul 08.25 WIB, harga perak batangan turun dari Rp57.700 menjadi Rp56.800 per gram. Pelemahan juga terlihat di segmen perak Heritage, serta tercermin dalam harga internasional yang dikutip dari *harga-emas.org*, turun tipis Rp348 menjadi Rp49.645 per gram per pukul 04.40 WIB.
Penurunan harga perak kali ini dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS, yang membuat komoditas berdenominasi dolar—seperti perak—lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Selain itu, sinyal kebijakan moneter The Federal Reserve yang cenderung hawkish turut mengurangi daya tarik aset safe-haven seperti perak dalam jangka pendek.
Berikut rincian harga perak Antam per 16 Januari 2026:
– **Perak batangan 1 gram**: Rp56.800
– **Perak batangan 250 gram**: Rp14.600.000 (Rp16.206.000 setelah PPN 11%)
– **Perak z 500 gram**: Rp28.400.000 (Rp31.524.000 setelah PPN 11%)
Sementara untuk seri Heritage:
– **31,1 gram**: Rp2.314.308 (Rp2.568.882 setelah PPN)
– **186,6 gram**: Rp12.764.176 (Rp14.168.235 setelah PPN)
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam perak batangan, ada tiga saluran utama yang direkomendasikan: pertama, melalui situs resmi Antam di *logammulia.com* atau butik Logam Mulia di berbagai kota; kedua, platform e-commerce tepercaya yang bekerja sama dengan distributor resmi; dan ketiga, toko perhiasan bersertifikat yang menyediakan produk dengan kadar kemurnian jelas.
Meski harganya sedang turun, perak tetap menjadi instrumen investasi menarik, terutama bagi investor pemula atau yang memiliki modal terbatas. Logam ini tidak hanya berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi juga memiliki permintaan tinggi dari sektor industri, termasuk elektronik dan energi terbarukan.
Investor disarankan memantau pergerakan nilai tukar Rupiah dan kebijakan suku bunga global sebelum memutuskan waktu pembelian. Perak juga mudah dicairkan, sehingga cocok untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang.
Dengan likuiditas yang baik dan potensi apresiasi jangka panjang, perak tetap layak dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio diversifikasi aset.





