PortalMadura.com–Harga emas dunia diprediksi mengalami fluktuasi dalam sepekan ke depan, namun berpeluang menguat hingga menyentuh level resistance pertama USD 5.057 per troy ons atau setara Rp2.800.000 per gram. Prediksi ini disampaikan pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Ibrahim menjelaskan, apabila tren penguatan berlanjut, harga emas berpotensi menembus resistance kedua di level USD 5.170 per troy ons atau Rp2.900.000 per gram. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, harga akan bergerak ke support pertama USD 4.831 per troy ons (Rp2.620.000 per gram) dan support kedua USD 4.718 per troy ons (Rp2.560.000 per gram).
“Fluktuasi harga emas saat ini dipengaruhi tiga faktor utama,” ungkap Ibrahim. Pertama, penundaan rilis data ketenagakerjaan AS bulan Januari yang membuat pasar menahan transaksi besar. Kedua, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran yang justru mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Faktor ketiga yang menjadi sorotan adalah terpilihnya Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru. Meski baru akan menjabat pada Mei 2026, sentimen pasar terhadap kebijakan moneter ketat yang mungkin diterapkan Warsh telah memicu aksi taking profit oleh investor institusional.
Di sisi lain, keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuan memberikan sedikit dorongan positif bagi harga emas. Namun, dampaknya tertahan oleh komentar kontroversial mantan Presiden AS Donald Trump yang menuduh China melakukan uji coba nuklir diam-diam—klaim yang kemudian dibantah langsung oleh Presiden Xi Jinping.
“Ketegangan geopolitik baru ini berpotensi kembali mendorong permintaan emas sebagai pelindung nilai jika eskalasi terjadi,” tambah Ibrahim.
Ia menyarankan investor ritel untuk tidak terburu-buru mengambil posisi saat harga sedang fluktuatif. Pendekatan dollar cost averaging (DCA) atau pembelian bertahap dinilai lebih aman dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus.
Pergerakan harga emas domestik mengikuti tren global dengan selisih yang dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, biaya produksi, dan margin distribusi. Hingga Minggu pagi, harga emas Antam di gerai resmi berada di kisaran Rp2.920.000–Rp3.210.000 per gram tergantung lokasi pembelian.




