PortalMadura.com– Kementerian Agama menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah hari ini, Selasa (17/2), di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jakarta, pukul 16.00 WIB. Keputusan resmi pemerintah mengenai tanggal 1 Ramadan diprediksi berbeda dengan penetapan sejumlah ormas Islam.
Sidang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri Wakil Menteri Agama, anggota Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi Islam, serta duta besar negara sahabat. Proses penetapan mengacu pada fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan sidang berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, paparan posisi hilal berdasarkan data astronomi. Kedua, verifikasi laporan hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketiga, musyawarah para peserta sidang hingga pengambilan keputusan final yang langsung diumumkan kepada publik.
“Pemerintah menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyatul hilal dalam penetapan awal bulan Hijriah,” ujar Abu Rokhmad, Senin (16/2).
Perbedaan prediksi awal puasa tahun ini mencuat setelah Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, Kemenag Aceh memperkirakan awal puasa dimulai 19 Februari. Keputusan resmi pemerintah pusat baru akan diketahui usai sidang isbat hari ini.
Sidang isbat merupakan agenda tahunan Kemenag untuk memastikan kepastian waktu ibadah umat Islam di Indonesia. Masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah sebelum memulai ibadah puasa Ramadan.





