BMKG Peringatkan Dampak El Niño Sangat Kuat: Kemarau Kering Mendominasi, Hujan Lokal Masih Berpeluang Muncul

Avatar of Kenzo Chandra
BMKG Peringatkan Dampak El Niño Sangat Kuat: Kemarau Kering Mendominasi, Hujan Lokal Masih Berpeluang Muncul

PORTALMADURA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis cuaca terkini yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia semakin masuk ke dalam periode kemarau kering. Kondisi ini dipicu oleh fenomena iklim El Niño yang kini telah mencapai tingkat intensitas sangat kuat, berbarengan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase positif.

Berdasarkan evaluasi Dasarian I Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 76,5 persen kawasan nusantara telah resmi mengalami musim kemarau. Tidak hanya itu, curah hujan dengan intensitas rendah terpantau meliputi 90,79 persen area tanah air, dengan 87,28 persen wilayah mencatat sifat hujan di bawah rata-rata normal.

Penyusutan curah hujan yang signifikan tersebut mulai memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Citra satelit Himawari-9 mendeteksi sebaran asap tebal di kawasan Sumatera bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar wilayah Kalimantan.

Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lokal dan Cuaca Ekstrem

Kendati atmosfer secara umum didominasi udara kering, potensi hujan tidak lantas hilang sepenuhnya. BMKG memproyeksikan sekitar 86,62 persen wilayah Indonesia memang akan tetap mengalami curah hujan kategori rendah (0–50 mm/dasarian) pada Dasarian III Agustus, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua Barat.

Namun, sebanyak 13,38 persen kawasan lainnya diprakirakan tetap menerima curah hujan kategori menengah (50–150 mm/dasarian). Wilayah ini mencakup sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, serta sebagian pedalaman Pulau Papua.

Munculnya hujan lebat secara lokal di tengah kemarau dipicu oleh kombinasi gelombang atmosfer aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator. Ditambah adanya sirkulasi siklonik di Selat Makassar serta zona konvergensi angin, pembentukan awan konvektif penghasil hujan lebat tetap terbuka lebar.

Peta Peringatan Dini Cuaca Sepekan (21–27 Agustus 2026)

BMKG membagi potensi cuaca dan tingkat kewaspadaan sepekan ke depan dalam dua periode:

  • Periode 21 – 23 Agustus 2026: Didominasi hujan ringan hingga sedang. Waspadai potensi peningkatan hujan sedang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, dan Papua. Potensi angin kencang berpeluang melanda Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
  • Periode 24 – 27 Agustus 2026: Kondisi umum berkisar dari cerah berawan hingga hujan lebat. Wilayah dengan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku untuk Sumatera Barat. Sementara potensi angin kencang perlu diantisipasi masyarakat di Lampung, Banten, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Imbauan dan Mitigasi Masyarakat

Menghadapi paparan cuaca panas dan udara kering, BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan tabir surya serta mencukupi asupan cairan demi mencegah dehidrasi.

Selain menghemat penggunaan air bersih, publik dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang sampah sembarangan di area rawan karhutla seperti lahan gambut dan semak belukar. Di sisi lain, masyarakat diminta waspada terhadap potensi dahan tumbang, baliho roboh, serta petir saat hujan lebat singkat tiba-tiba terjadi. Informasi cuaca termutakhir dapat terus dipantau secara berkala melalui kanal resmi InfoBMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses