PortalMadura.com–Harga emas Antam Logam Mulia mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com pukul 08.30 WIB, harga emas Antam satuan 1 gram di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, kini dibanderol Rp3.028.000, naik Rp16.000 dibandingkan sesi sebelumnya.
Kenaikan ini menandai rekor tertinggi sepanjang Februari 2026 dan level tertinggi sejak 30 Januari 2026. Reli positif ini merupakan kelanjutan dari penguatan selama tiga hari perdagangan berturut-turut, mencerminkan sentimen positif di pasar logam mulia domestik.
Buyback Ikut Menguat, Investor Diuntungkan
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan. Hari ini, harga buyback tercatat di angka Rp2.813.000 per gram, meningkat Rp20.000 dari perdagangan sebelumnya. Kondisi ini memberikan peluang lebih baik bagi investor yang ingin melakukan likuidasi aset emas mereka.
Didorong Emas Global dan Faktor Eksternal
Pergerakan harga emas Antam tidak terlepas dari tren positif di pasar global. Hingga pukul 06.18 WIB, harga emas spot dunia diperdagangkan di level US$5.148,77 per troy ons, melesat 0,9% pada sesi Senin.
Lonjakan ini melanjutkan momentum bullish yang terbangun sejak Jumat (20/2/2026), ketika emas dunia naik 2,09% ke level US$5.103,49 per troy ons. Dalam tiga hari terakhir, emas global tercatat menguat total 4,6% dan berhasil menembus level psikologis US$5.100 per troy ons.
Beberapa faktor fundamental turut mendorong kenaikan ini, antara lain:
- Ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan dari mantan Presiden AS Donald Trump
- Data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan
- Permintaan aset safe haven yang meningkat di tengah volatilitas pasar
Prospek ke Depan
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan penguatan jika ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global masih berlanjut. Namun, investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan data ekonomi AS dan kebijakan bank sentral sebagai acuan pengambilan keputusan.
Bagi masyarakat yang berencana berinvestasi emas, kenaikan harga ini menjadi pengingat pentingnya strategi average cost dan diversifikasi portofolio untuk memitigasi risiko fluktuasi harga jangka pendek.




