Sowan ke Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf Langsung ke Jokowi Terkait Tuduhan Ijazah Palsu

Avatar of PortalMadura.com
Sowan ke Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf Langsung ke Jokowi Terkait Tuduhan Ijazah Palsu
Sowan ke Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf Langsung ke Jokowi Terkait Tuduhan Ijazah Palsu

PortalMadura.com – Ahli Forensik Digital, Rismon Sianipar, mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Kamis (12/3/2026) petang. Kedatangan Rismon bertujuan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung terkait tuduhan ijazah palsu yang sebelumnya ia lontarkan.

Rismon tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 17.10 WIB dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Jahmada Girsang. Menggunakan mobil Toyota Fortuner hitam, salah satu tersangka kasus fitnah ijazah palsu ini langsung disambut oleh Jokowi di dalam kediamannya.

Klarifikasi dan Hasil Penelitian Mandiri

Pertemuan yang berlangsung selama hampir satu jam tersebut menjadi momentum bagi Rismon untuk memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa permohonan maaf ini didasari oleh hasil kajian ulang terhadap metodologi penelitian yang ia lakukan dalam dua bulan terakhir.

“Saya mengkaji ulang dan mempelajari kembali semua metodologi yang saya tulis secara independen. Metodologi itu mencakup sekitar 480-an halaman dari total 700 halaman lebih di buku Jokowi’s White Paper,” ujar Rismon kepada awak media usai pertemuan.

Rismon menegaskan bahwa tulisan dalam buku tersebut bersifat independen dan tidak memiliki keterkaitan analisa dengan tokoh lain seperti Roy Suryo atau dokter Tifa. Ia memilih untuk tetap melanjutkan penelitiannya secara terpisah karena objek kajian yang berbeda.

Langkah Menuju Restorative Justice

Langkah Rismon sowan ke kediaman Jokowi ini memperkuat sinyal pengajuan restorative justice atas kasus hukum yang menjeratnya di Polda Metro Jaya. Sebelumnya, Rismon juga telah menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan video kepada Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka.

Meskipun langkah ini menuai berbagai tanggapan dari rekan sejawat dan pengamat hukum, Rismon tampak konsisten dengan keputusannya untuk menempuh jalan damai. Ia membawa buah tangan berupa kain ulos dan makanan saat bertamu sebagai simbol penghormatan dan permohonan maaf.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai dampak pertemuan ini terhadap status hukum Rismon dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses