Rencana Invasi Darat ke Iran Bocor, Donald Trump Diamuk Massa di New York hingga LA

Avatar of PortalMadura.com
Rencana Invasi Darat ke Iran Bocor, Donald Trump Diamuk Massa di New York hingga LA
Rencana Invasi Darat ke Iran Bocor, Donald Trump Diamuk Massa di New York hingga LA

PortalMadura.com – Gelombang unjuk rasa besar-besaran melanda berbagai kota utama di Amerika Serikat menyusul mencuatnya rencana Presiden Donald Trump untuk melakukan invasi darat ke Iran. Gerakan protes yang dikenal dengan sebutan “No Kings” ini pecah mulai dari Los Angeles hingga New York pada Senin (30/3/2026).

Aksi turun ke jalan ini merupakan eskalasi dari ketidakpuasan warga sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump. Sentimen anti-perang semakin menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang kini berada di ambang konflik terbuka.

Bentrokan Pecah di Los Angeles

Di Los Angeles, situasi dilaporkan sempat mencekam ketika demonstrasi nasional ini berujung pada bentrokan fisik. Aparat kepolisian setempat terpaksa mengerahkan gas air mata dan granat asap untuk membubarkan massa yang memadati jalan-jalan protokol.

Para pengunjuk rasa mengecam kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang dinilai provokatif dan berisiko menyeret negara ke dalam perang panjang di Timur Tengah.

Solidaritas di New York dan Washington

Sentimen serupa meluap di New York, wilayah yang secara tradisional merupakan basis pendukung Partai Demokrat. Menariknya, protes tidak hanya datang dari wilayah metropolitan, tetapi juga meluas hingga ke daerah Driggs dan Idaho bagian timur—wilayah yang pada Pemilu 2024 silam sempat dimenangkan Trump dengan perolehan suara signifikan sebesar 66%.

Sementara itu, di ibu kota Washington D.C., ratusan demonstran melakukan long march melewati Monumen Lincoln menuju National Mall. Sambil membawa berbagai atribut protes, massa meneriakkan slogan-slogan yang menuding pemerintahan saat ini bertindak otoriter.

“Kami menolak penyalahgunaan kekuasaan dan kebijakan yang anti-demokrasi. Amerika tidak butuh perang baru,” teriak salah satu orator di tengah kerumunan massa di National Mall.

Konteks Konflik Iran-AS

Hingga saat ini, situasi di Timur Tengah dilaporkan masih sangat tegang. Selain rencana invasi darat yang ditentang warga sipil AS, laporan intelijen menyebutkan adanya saling balas serangan antara aset militer AS di Irak dengan pasukan Iran.

Pemerintah Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait tekanan publik di dalam negeri ini, namun gerakan “No Kings” diprediksi akan terus meluas jika rencana mobilisasi militer ke Iran tetap dilanjutkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses