Rupiah Tembus 17.090 per Dolar AS, Bank Indonesia Langsung Intervensi Pasar!

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Tembus 17.090 per Dolar AS, Bank Indonesia Langsung Intervensi Pasar!
Rupiah Tembus 17.090 per Dolar AS, Bank Indonesia Langsung Intervensi Pasar!

PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan hebat hingga menyentuh level psikologis baru di angka Rp17.090 pada perdagangan Selasa pagi, 7 April 2026. Menanggapi volatilitas yang tinggi ini, Bank Indonesia (BI) segera turun tangan melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas mata uang Garuda.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa menjaga stabilitas Rupiah kini menjadi prioritas utama otoritas moneter. BI berkomitmen mengerahkan seluruh instrumen kebijakan yang tersedia untuk meredam gejolak di pasar keuangan.

“Kami akan menggunakan setiap instrumen dan kebijakan yang kami miliki. Kami akan mengerahkan semua upaya untuk menstabilkan Rupiah,” ujar Destry sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (7/4/2026).

Dampak Konflik Global dan Ketegangan AS-Iran

Pelemahan Rupiah yang mencapai 0,35% berdasarkan data LSEG ini tidak terlepas dari dinamika geopolitik global. Salah satu pemicu utamanya adalah reaksi pasar terhadap eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa kekhawatiran pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras terhadap Tehran. Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dan jalur strategis Selat Hormuz tetap ditutup.

Kondisi ini memicu sentimen risk-off di pasar global, yang mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven) dan menekan mata uang regional, termasuk Rupiah.

Strategi Bank Indonesia dalam Menjaga Pasar

Untuk membentengi nilai tukar, Bank Indonesia telah merancang sejumlah langkah taktis, di antaranya:

  • Intervensi Pasar: BI melakukan aksi nyata di pasar spot dan pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
  • Pembelian Obligasi: Menyiapkan skema pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder jika situasi mendesak.
  • Daya Tarik SRBI: Meningkatkan daya tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk mendorong kembali arus modal asing masuk ke dalam negeri.

Meski pelemahan ini berpotensi berdampak pada aktivitas ekonomi nasional, Destry optimistis bahwa kenaikan harga komoditas global saat ini dapat membantu mengimbangi dampak negatif tersebut bagi neraca perdagangan Indonesia.

Prediksi Pergerakan Rupiah

Hingga saat ini, Rupiah telah melemah lebih dari 2% sepanjang tahun 2026. Para analis memperkirakan pergerakan mata uang hari ini akan berada pada rentang Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS.

Meskipun angka Rp17.000 dinilai masih cukup ideal dalam konteks gejolak global saat ini, Bank Indonesia tetap dituntut waspada agar volatilitas tidak lepas kendali yang dapat mengganggu kepercayaan investor di pasar finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses