PortalMadura.com – Suasana sesi latihan Sydney FC berubah total menjelang laga krusial Sydney Derby melawan Western Sydney Wanderers yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (11/4/2026) malam. Kehadiran pelatih baru, Patrick Kisnorbo, membawa standar kedisiplinan dan fisik yang jauh lebih keras bagi skuad The Sky Blues.
Bek sayap Sydney FC, Ben Garuccio, mengungkapkan bahwa intensitas latihan meningkat drastis hingga “100 persen” sejak Kisnorbo mengambil alih kemudi. Transformasi ini dirasakan langsung oleh para pemain yang kini dituntut untuk bekerja ekstra keras di tengah persiapan menuju babak final.
Latihan Fisik Ekstrem dan Perubahan Taktik
Dalam diskusi di sebuah podcast bersama Stefan Mauk, Garuccio menjelaskan bahwa sesi latihan kini tidak lagi sekadar rutinitas. Kisnorbo lebih menekankan pada simulasi pertandingan 11 lawan 11 dengan volume lari dan kecepatan tinggi, menggantikan latihan penguasaan bola dalam skala kecil yang biasa dilakukan sebelumnya.
“Tubuh kami merasakan setiap perubahan saat tuntutan itu naik,” ujar Garuccio. Sebagai bek sayap, ia mengaku beban fisiknya meningkat karena peran tersebut menuntut mobilitas tanpa henti di sepanjang sisi lapangan.
Selain fisik, Kisnorbo juga menyoroti aspek mental. Dalam sesi video pertamanya, sang pelatih secara blak-blakan mengevaluasi performa pemain di laga sebelumnya. Ia menekankan pentingnya setiap pemain untuk kembali ke posisi bertahan dan tidak hanya berharap pada rekan setim untuk menyelamatkan situasi.
Bumbu Rivalitas: Kisnorbo vs Bayangan Ufuk Talay
Pertandingan Western Sydney Wanderers vs Sydney FC kali ini terasa lebih emosional. Pasalnya, mantan bos Sydney FC, Ufuk Talay, diketahui sudah mulai bekerja untuk Western Sydney Wanderers sebagai pelatih kepala musim depan.
Konteks ini menjadikan derby bukan sekadar perebutan poin atau harga diri lokal, melainkan pertemuan antara masa kini Sydney FC dan masa depan sang rival. Bagi Kisnorbo, ini adalah ujian perdana di panggung derby yang paling disorot di Australia.
Waktu yang Sempit Menuju Final
Meskipun skuad sedang beradaptasi dengan pola baru, Garuccio menyadari bahwa waktu bukanlah kemewahan yang mereka miliki. Mengubah kebiasaan lama atau “automasi” di lapangan tengah membutuhkan proses, namun jadwal liga yang ketat memaksa mereka untuk segera menyatu dengan visi Kisnorbo.
“Minggu ini sangat masif. Tantangannya sederhana namun sulit: bisakah standar baru ini dipertahankan saat seluruh kota memperhatikan kita di lapangan?” pungkas Garuccio.
Duel panas ini akan menjadi pembuktian apakah “tangan besi” Kisnorbo mampu mengantarkan Sydney FC melangkah lebih jauh di sisa musim ini, atau justru tekanan derby akan menjadi batu sandungan bagi rezim barunya.





