Jepang Siaga Satu! Gempa M 7,7 Guncang Iwate, Warga Diperingatkan Potensi Megathrust Susulan

Avatar of PortalMadura.com
Jepang Siaga Satu! Gempa M 7,7 Guncang Iwate, Warga Diperingatkan Potensi Megathrust Susulan
Jepang Siaga Satu! Gempa M 7,7 Guncang Iwate, Warga Diperingatkan Potensi Megathrust Susulan

PortalMadura.com – Otoritas Jepang mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk di wilayah timur laut Jepang untuk bersiap menghadapi kemungkinan gempa yang lebih besar. Hal ini menyusul gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang menghantam lepas pantai Iwate pada Senin (20/4) sore, yang memicu gelombang tsunami di sepanjang pesisir utara.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Kantor Kabinet dalam konferensi pers bersama Senin malam, merilis “Advisory Gempa Susulan” untuk 182 munisipalitas mulai dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba. Warga diimbau untuk tetap waspada dan siap dievakuasi kapan saja.

Status Siaga Hingga 27 April

JMA mengaktifkan sistem peringatan khusus yang diperkenalkan sejak 2022. Sistem ini bekerja jika gempa skala Magnitudo 7 terjadi di lepas pantai Iwate dan Hokkaido, guna mengantisipasi gempa susulan yang kekuatannya bisa jauh lebih merusak.

Meskipun peluang terjadinya gempa besar berkekuatan Magnitudo 8 atau lebih hanya sekitar 1%, angka ini meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya 0,1%. Peringatan khusus ini akan tetap berlaku hingga 27 April pukul 17.00 waktu setempat.

Dampak Kerusakan dan Korban

Gempa terjadi pada pukul 16.53 dengan kedalaman 20 kilometer. Guncangan terasa sangat kuat di Aomori, Iwate, dan Miyagi dengan skala intensitas seismik mencapai “5 bawah” pada skala Jepang (7). Di Tokyo, gedung-gedung dilaporkan bergoyang selama beberapa menit.

Hingga Senin malam pukul 21.00, berikut adalah dampak sementara yang dilaporkan:

  • Korban Luka: Seorang pria berusia 60-an di Hachinohe, Aomori, dilaporkan terluka akibat terjatuh dari tangga.
  • Evakuasi: Perintah evakuasi dikeluarkan bagi hampir 172.000 warga di Hokkaido, Iwate, Aomori, Miyagi, dan Fukushima.
  • Tsunami: Gelombang tsunami setinggi 80 cm tercatat di Pelabuhan Kuji (Iwate), 40 cm di Pelabuhan Miyako dan Urakawa (Hokkaido), serta 30 cm di Pelabuhan Hachinohe.

“Ingat Tragedi 3/11”: Peringatan Keras di Media

Suasana mencekam sempat menyelimuti layar televisi Jepang. Penyiar berita dengan nada mendesak meminta warga segera lari ke tempat tinggi dan menjauhi sungai maupun garis pantai. Pesan bertajuk “Tsunami! Evacuate! Don’t turn back!” berkelebat di layar NHK, mengingatkan warga pada tragedi besar gempa dan tsunami 11 Maret 2011 silam.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tetap dalam mode siaga penuh. “Sangat penting bagi warga di pesisir untuk segera evakuasi begitu merasakan getaran atau saat peringatan tsunami berbunyi,” tegasnya di Tokyo.

Kondisi Infrastruktur dan Nuklir

Sejauh ini, kabar baik datang dari sektor energi. Operator Tokyo Electric Power Company (TEPCO) melaporkan tidak ada kelainan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima No. 1 dan No. 2, maupun PLTN Onagawa di Miyagi.

Untuk sektor transportasi, layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen sempat dihentikan antara Tokyo dan Shin-Aomori, namun kini mulai beroperasi kembali secara bertahap kecuali pada rute Hachinohe ke Shin-Aomori yang masih ditangguhkan.

Pemerintah telah mendirikan pusat manajemen krisis dan mengerahkan helikopter SH-60K milik Pasukan Bela Diri Maritim untuk melakukan penilaian kerusakan dari udara. Warga juga diingatkan akan potensi tanah longsor mengingat adanya prakiraan hujan di wilayah Hokkaido dan Aomori pada Selasa esok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses