Investor Waspada! Harga Emas Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Menanti Nasib Suku Bunga The Fed

Avatar of PortalMadura.com
Investor Waspada! Harga Emas Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Menanti Nasib Suku Bunga The Fed
Investor Waspada! Harga Emas Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Menanti Nasib Suku Bunga The Fed

PortalMadura.com – Pergerakan Harga emas dunia mengalami koreksi pada perdagangan Senin (27/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh minimnya kemajuan diplomatik dalam ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sikap antisipasi pasar menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pekan ini.

Berdasarkan data Reuters, harga emas spot terpantau turun 0,6% ke level US$ 4.682,13 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah 1% di posisi US$ 4.693,70 per ons.

Ketegangan Selat Hormuz dan Tekanan Inflasi

Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, Bart Melek, menilai pasar saat ini masih meragukan adanya kesepakatan diplomatik dalam waktu dekat. Dampaknya, jalur perdagangan vital di Selat Hormuz masih terganggu, yang memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi.

“Pasar ragu akan ada kesepakatan kuat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kondisi ini menjadi beban bagi emas dan perak karena inflasi yang tinggi akibat naiknya harga minyak mentah Brent,” ujar Melek dalam keterangannya.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia. Penutupan sebagian jalur ini telah membawa harga minyak ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.

Fokus Pasar pada Keputusan Suku Bunga The Fed

Kenaikan harga energi semakin memperkuat ekspektasi bahwa inflasi akan tetap berada di atas target bank sentral. Kondisi ini menyulitkan The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Padahal, suku bunga yang tinggi cenderung memberikan tekanan negatif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Para pejabat Federal Reserve dijadwalkan berkumpul di Washington pekan ini. Rapat ini menjadi perhatian khusus karena berpotensi menjadi momentum terakhir Jerome Powell menjabat sebagai Ketua The Fed sebelum pergantian kepemimpinan.

“Dengan inflasi yang kini mencapai dua kali lipat dari target, akan sangat sulit bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan,” tambah Melek.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Tidak hanya emas, pelemahan juga merembet ke pasar logam mulia lainnya pada awal pekan ini:

  • Perak Spot: Turun 0,5% menjadi US$ 75,26 per ons.
  • Platinum: Melemah 1,1% ke level US$ 1.989,13.
  • Palladium: Terkoreksi 1,3% di posisi US$ 1.476,58.

Investor kini bersiap menanti rilis pernyataan kebijakan The Fed pada Rabu mendatang untuk mencari petunjuk arah suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global. (portalmadura.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses