Harga Bitcoin Berfluktuasi di Awal Juni: Tekanan Geopolitik dan Sinyal Pemulihan Menyelimuti Pasar Kripto

Avatar of PortalMadura.com
Harga Bitcoin Hari Ini: Menanjak ke Rp1,37 Miliar di Tengah Aksi Jual Masif Investor Institusi
Harga Bitcoin Hari Ini: Menanjak ke Rp1,37 Miliar di Tengah Aksi Jual Masif Investor Institusi

PortalMadura.com – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan berfluktuasi pada Senin, 1 Juni 2026, di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik global dan sentimen pasar yang beragam. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini diperdagangkan di kisaran harga US$72.700 hingga US$73.900, mencerminkan adanya tekanan jual dan upaya stabilisasi.

Beberapa platform melaporkan penurunan minor dalam 24 jam terakhir, dengan kisaran antara -0,25% hingga -1,5% dari nilai sebelumnya.

Di pasar domestik, harga Bitcoin juga terpantau di sekitar Rp1,29 miliar hingga Rp1,32 miliar per koin, dengan volume perdagangan yang signifikan.

Data dari Indodax menunjukkan harga BTC terbaru hari ini adalah Rp1,294,003,000, sementara Pluang mencatat Rp1,311,734,340.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar US$1,46 triliun hingga US$1,47 triliun, menjadikannya dominan di lanskap aset digital.

Volume perdagangan 24 jam juga berada pada level yang kuat, berkisar antara US$16,90 miliar hingga US$20,61 miliar.

Sentimen pasar yang hati-hati ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Eskalasi konflik tersebut memicu sentimen ‘risk-off’ di pasar global, yang turut menekan aset-aset berisiko seperti kripto dan ekuitas.

Pada Mei 2026, Bitcoin sempat jatuh di bawah level US$73.000, mencapai titik terendah sejak 13 April 2026, akibat serangan balasan antara AS dan Iran.

Selain itu, arus keluar (outflow) dari Exchange Traded Funds (ETF) Bitcoin spot terus berlanjut, mendekati US$3 miliar selama sepuluh hari berturut-turut.

Kondisi makroekonomi, termasuk ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi karena inflasi energi, juga menambah tekanan.

Secara historis, bulan Juni bukanlah periode yang ramah bagi kinerja Bitcoin.

Kajian dari BIT, yang sebelumnya dikenal sebagai Matrixport, menunjukkan rata-rata imbal hasil Bitcoin selama Juni dalam satu dekade terakhir hanya sekitar 0,7 persen.

Aktivitas perdagangan yang lesu selama musim panas di belahan bumi utara sering kali memicu konsolidasi harga atau bahkan koreksi pasar.

Namun, kinerja Bitcoin sepanjang Mei 2026 yang di bawah rata-rata historis menunjukkan bahwa pola musiman tidak selalu diikuti sepenuhnya tahun ini.

Meskipun demikian, beberapa sinyal pemulihan mulai muncul dari indikator kekuatan relatif (RSI).

Setelah mencapai level ‘oversold’ yang dalam, momentum Bitcoin sedikit membaik, membantu memulihkan sebagian kerugian baru-baru ini.

Analis dari Pluang mencatat bahwa RSI 6 periode menunjukkan kondisi oversold di level 18.10.

Menurut analisis teknis, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah EMA50, yang memperkuat tren penurunan jangka pendek.

MACD (Moving Average Convergence Divergence) tetap berada di wilayah negatif, tetapi histogramnya terus mengecil, menandakan potensi perlambatan pergerakan turun.

SMA200 (Simple Moving Average 200) tetap menjadi support dinamis penting yang dapat mendorong terjadinya rebound harga BTC.

Prakiraan oleh beberapa model kecerdasan buatan (AI) juga memberikan gambaran yang beragam.

Pada 19 Mei 2026, Finbold’s AI memproyeksikan harga Bitcoin akan sedikit menurun sekitar 3,96% pada 1 Juni 2026, mencapai rata-rata $73.717.

Model-model AI individu seperti DeepSeek Chat bahkan memberikan target yang lebih bearish di $72.750.

Namun, prediksi tersebut juga memiliki rentang yang sempit, antara $72.700 dan $74.300, menunjukkan konsensus tentang tekanan jangka pendek.

Terlepas dari tekanan ini, ada harapan baru dari perkembangan regulasi dan inovasi produk investasi kripto.

Persetujuan kontrak berjangka kripto perpetual oleh regulator AS berpotensi menarik lebih banyak investor institusional.

Produk-produk ini menawarkan instrumen investasi yang lebih fleksibel dan terstruktur.

Pandangan jangka panjang untuk Bitcoin tetap optimis meskipun ada volatilitas.

Para analis memperkirakan bahwa harga Bitcoin dapat bergerak dalam kisaran yang luas sepanjang tahun 2026, dari $61.813 hingga $137.503.

Bahkan untuk tahun 2027, proyeksi harga bisa mencapai antara $55.401 dan $207.394.

Pergerakan 20 BTC yang tidak aktif sejak tahun 2010 pada 31 Mei 2026, senilai sekitar US$1,47 juta, tidak memberikan dampak signifikan pada pasar.

Analis dari Galaxy Research mengonfirmasi bahwa alamat tersebut bukan milik Satoshi Nakamoto, penemu Bitcoin.

Secara keseluruhan, pasar Bitcoin di awal Juni 2026 berada di persimpangan antara tekanan makroekonomi dan sinyal fundamental yang menunjukkan potensi pemulihan jangka menengah hingga panjang.

Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau perkembangan geopolitik serta data ekonomi makro yang dapat memengaruhi pergerakan harga.

Aset digital ini terus menunjukkan ketangguhan struktural meskipun menghadapi koreksi jangka pendek.

Ketidakpastian tetap menjadi faktor kunci di pasar kripto yang volatil ini.

Para ahli menyarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses