portalmadura.com – Pergerakan harga logam mulia di pasar domestik memperlihatkan tren yang bervariasi menjelang akhir pekan, Jumat (17/7/2026). PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melaporkan nilai komoditasnya bergerak stagnan, sementara produk cetakan Galeri 24 dan UBS yang dipasarkan melalui jaringan ritel PT Pegadaian (Persero) justru mengalami koreksi tipis.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia per pukul 09.00 WIB, pecahan dasar emas batangan Antam berukuran 1 gram tertahan di posisi Rp2.633.000. Meski grafik acuan utama tidak bergerak dari sesi kemarin, harga jual produk sejenis di Pegadaian tercatat mengalami penurunan tipis senilai Rp5.000 per gram bagi beberapa varian investasi cetakan swasta.
Rincian Lengkap Logam Mulia Antam dan Pegadaian
Kondisi pasar keuangan global yang fluktuatif serta nilai tukar mata uang asing menjadi faktor dominan penentu harga harian safe haven ini. Bagi Anda yang berniat melakukan transaksi jual beli maupun investasi, berikut adalah kompilasi data komparasi harga pecahan terkini untuk hari Jumat (17/7/2026):
- Emas Cetakan Antam Resmi: Untuk pecahan terkecil 0,5 gram dibanderol Rp1.366.500. Sementara ukuran 5 gram dipatok Rp12.940.000, pecahan 10 gram senilai Rp25.825.000, serta ukuran besar 100 gram dihargai Rp257.512.000.
- Emas Cetakan Galeri 24: Mengalami penurunan menjadi Rp2.603.000 per gram dari posisi sebelumnya di angka Rp2.608.000. Pecahan 0,5 gram dihargai Rp1.365.000 dan ukuran 10 gram berada di level Rp25.454.000.
- Emas Cetakan UBS: Mengikuti grafik Galeri 24, cetakan UBS menyusut Rp5.000 menjadi Rp2.615.000 per gram. Emas UBS ukuran 0,5 gram dipasarkan sebesar Rp1.414.000, lalu pecahan 5 gram ditawarkan senilai Rp12.823.000.
Baca Juga: Selisih margin keuntungan pada perdagangan hari ini turut dipengaruhi oleh posisi harga buyback (beli kembali) yang dipatok mulai dari Rp2.433.000 per gram untuk cetakan Antam dan UBS.
Analisis Pasar Terhadap Investasi Logam Mulia
Sejumlah analis komoditas menjelaskan bahwa pergerakan mendatar pada produk Antam memberikan kesempatan bagi investor ritel untuk melakukan akumulasi portofolio. Pola pergerakan melandai ini diperkirakan tetap bertahan kokoh hingga penutupan bursa perdagangan akhir pekan, sepanjang belum muncul sentimen geopolitik yang mengejutkan pasar luar negeri.
Manajemen bursa mengingatkan masyarakat agar selalu memantau pembaruan harga secara berkala sebelum bertransaksi langsung di gerai-gerai resmi demi meminimalisasi selisih nilai akibat dinamika pasar. Stabilitas pasokan komoditas dalam negeri dinilai masih sangat aman guna menyokong tingginya minat investasi masyarakat paruh kedua tahun ini.





