PortalMadura.com – Kabupaten Sumenep, yang terletak di ujung timur Pulau madura, terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama wisata religi, menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah setiap tahunnya, terutama saat momen hari besar keagamaan.
Wilayah berjuluk Kota Keris ini menawarkan perpaduan unik antara situs-situs bersejarah Islam yang kaya nilai spiritual dan edukasi budaya, menjadikan pengalaman ziarah lebih mendalam.
Pesona Sejarah dan Spiritual di Sumenep
Asta Tinggi: Makam Raja-Raja Bersejarah
Salah satu permata utama wisata religi di Sumenep adalah Asta Tinggi, kompleks pemakaman megah yang menjadi peristirahatan terakhir para raja dan kerabat Kerajaan Sumenep.
Terletak di dataran tinggi Desa Kebonagung, Kecamatan Sumenep, kompleks ini tidak hanya sakral tetapi juga memukau dengan arsitektur khas yang memadukan gaya Jawa, Cina, Eropa, dan Arab.
Beberapa tokoh penting yang dimakamkan di sini meliputi Raden Panji Pulang Jiwa, Pangeran Jimat, Tumenggung Tirtonegoro atau Bindara Saod, hingga Penembahan Noto Kusumo, yang semuanya memiliki peran signifikan dalam sejarah Sumenep.
Asta Tinggi, yang pembangunannya dimulai pada abad ke-17 dan diselesaikan lintas tiga generasi, menjadi daya tarik utama dengan jumlah pengunjung mencapai 256.821 orang pada tahun 2017, serta ribuan orang setiap harinya saat musim liburan.
Pengunjung tidak hanya berziarah tetapi juga dapat menikmati keindahan bangunan serta mendalami sejarah para raja yang dimakamkan melalui penjelasan pemandu setempat.
Masjid Agung Sumenep: Mahakarya Arsitektur dan Ikon Kota
Masjid Agung Sumenep, yang rampung dibangun pada tahun 1787 di masa pemerintahan Panembahan Somala, berdiri sebagai ikon arsitektur dengan perpaduan gaya Eropa, Tiongkok, Jawa, Persia, Arab, dan India.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai situs bersejarah yang merepresentasikan keberagaman etnis dan budaya di Sumenep.
Keindahan bangunannya dan suasana spiritual yang kental menjadikannya destinasi wajib bagi peziarah dan wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Islam di Madura.
Asta Sayyid Yusuf Talango: Makam Ulama di Pulau Poteran
Asta Sayyid Yusuf di Desa Padike, Pulau Talango, merupakan salah satu situs ziarah yang tak pernah sepi pengunjung, dikenal sebagai makam ulama sufi Syekh Yusuf al-Makassari.
Peziarah dari Madura maupun luar Madura berbondong-bondong datang untuk memanjatkan doa, melewati perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget untuk mencapai lokasi yang sarat makna ini.
Keberadaan makam ini diyakini oleh masyarakat memiliki nilai keberkahan dan menjadi pusat spiritual bagi banyak umat Islam.
Destinasi Religi Lain yang Tak Kalah Penting
Asta Katandur: Jejak Penyebar Islam di Madura
Asta Katandur, yang berlokasi di Desa Pamolokan, merupakan makam Syekh Ahmad Baidawi atau Pangeran Katandur, salah satu tokoh penting penyebar agama Islam di Madura.
Situs ini menjadi tujuan utama bagi peziarah yang berharap mendapatkan keberkahan dan mengenang jasa beliau.
Asta Jokotole: Legenda Kuda Terbang dan Penguasa Sakti
Di Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, terdapat Asta Jokotole, makam Pangeran Saccadiningrat III alias Ario Kudopanule, seorang penguasa Sumenep yang melegenda.
Kisah tentang kuda terbang miliknya menjadi daya tarik tersendiri, menambah dimensi mitologis pada wisata religi di Sumenep.
Vihara Avalokitesvara: Simbol Kerukunan Antar Umat Beragama
Sumenep juga menghadirkan Vihara Avalokitesvara, atau yang dikenal sebagai Kelenteng Sumenep, sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha dan Konghucu.
Vihara ini menarik perhatian dengan patung Dewi Kwan Im setinggi 10 meter, menjadi bukti kerukunan umat beragama dan kekayaan budaya di Sumenep.
Asta Gumuk dan Asta Panaongan: Situs Ziarah Penting Lainnya
Selain situs-situs besar, Sumenep juga memiliki Asta Gumuk di Kecamatan Kalianget dan Asta Panaongan di Kecamatan Pasongsongan, yang juga ramai dikunjungi peziarah.
Situs-situs ini melengkapi daftar destinasi wisata religi yang membentang di seluruh penjuru kabupaten, masing-masing dengan nilai sejarah dan spiritualnya sendiri.
Dampak dan Potensi Pengembangan Wisata Religi
Tingginya minat masyarakat terhadap wisata religi memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal.
Banyak warga sekitar membuka kios dan warung makan, menjual oleh-oleh, serta menawarkan jasa lainnya kepada para peziarah, sehingga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
Data menunjukkan dominasi kunjungan wisata religi dibandingkan jenis wisata lain di Sumenep, dengan Asta Tinggi dan Asta Sayyid Yusuf menjadi primadona.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menyadari potensi besar ini dan terus berupaya mengembangkan fasilitas serta infrastruktur untuk kenyamanan peziarah.
Meskipun ada tantangan terkait keterbatasan lahan parkir dan transportasi umum menuju beberapa situs, upaya promosi berbasis komunitas dan pelatihan masyarakat terus digalakkan.
Sumenep: Destinasi Spiritual yang Berkelanjutan
Sumenep berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta religinya, sambil terus berinovasi dalam pengembangan sektor pariwisata.
Melalui perbaikan berkelanjutan dan kolaborasi dengan masyarakat, Sumenep bertekad menjadi destinasi spiritual yang ikonik dan berkelanjutan di Jawa Timur.





