Sumenep, PortalMadura.com – Anggota DPD/MPR RI utusan Jawa Timur, H. Ahmad Nawardi, menantang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumenep untuk mengambil peran agresif dalam mengawal kebijakan pembangunan nasional. Langkah strategis ini dinilai krusial guna mempercepat pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok daerah.
Seruan tersebut membakar semangat para mahasiswa saat Senator Nawardi menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Asmas) di Aula GP Ansor Sumenep, Minggu (22/6/2026). Agenda formal ini mengusung tema besar “Membedah Agenda Pembangunan Nasional: Peran Kader PMII dalam Akselerasi Pemerataan Kesejahteraan Daerah”.
Dalam orasinya, Ahmad Nawardi membedah posisi strategis MPR RI sebagai lembaga negara yang merepresentasikan seluruh elemen bangsa. Struktur MPR RI yang diisi oleh Anggota DPR sebagai representasi politik nasional, serta Anggota DPD sebagai penyambung lidah kepentingan spesifik daerah, memegang peranan vital dalam merumuskan arah haluan negara.
Sebagai lembaga yang berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, MPR RI memikul tanggung jawab besar untuk memastikan setiap regulasi yang lahir mendukung penuh penguatan daerah.
“Melalui fungsi representasi ganda di MPR ini, kami berkomitmen penuh untuk terus memperjuangkan agar kebijakan pembangunan nasional ke depan tidak lagi menciptakan ketimpangan antarwilayah,” tegas Senator peraih Anugerah Sapta Aghita (ASA) 2025 kategori Senator Sahabat Komunitas Terbaik tersebut.
Nawardi juga menyoroti derasnya arus informasi global yang kini berdampak langsung pada dinamika politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia. Menurutnya, keterbukaan informasi ini harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat mampu mengevaluasi kebijakan pemerintah secara kritis dan objektif.
Secara khusus, ia menyentil tata kelola program kerja yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya dinilai dari kehebatan gagasannya, melainkan dari ketepatan eksekusi dan profesionalisme di lapangan.
“Konsep sebagus apa pun berpotensi besar untuk gagal jika tata kelolanya amburadul. Di sinilah mahasiswa harus masuk untuk mengawal. Mengawal kebijakan bukan berarti selalu memusuhi atau menantang pemerintah. Namun, memberikan kritik solutif serta mendukung penuh kebijakan yang nyata-nyata berpihak pada rakyat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, legislator asal madura ini mendorong pentingnya menjaga kemandirian bangsa melalui kebijakan luar negeri bebas aktif. Pada sektor domestik, ia meminta pemerintah tidak hanya berpatokan pada angka statistik dalam mengukur pertumbuhan ekonomi.
“Keberhasilan ekonomi itu indikator utamanya adalah sejauh mana hasil pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, bukan sekadar angka di atas kertas,” cetus Nawardi.
Di akhir pemaparannya, ia meminta PMII Sumenep menjadi motor penggerak daerah. “Kader PMII harus menjadi mitra strategis sekaligus pengawal kritis. Pastikan agenda percepatan dan pemerataan pembangunan daerah tetap berjalan setia di atas rel konstitusi demi kesejahteraan rakyat yang berkeadilan,” pungkasnya.







