portalmadura.com- – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan ditutup melemah signifikan pada perdagangan pertengahan pekan. Sentimen negatif yang membayangi lantai bursa memaksa indeks saham domestik terlempar ke zona merah dan mendarat di level 5.800-an.
Berdasarkan data Financial dari Real Time Information (RTI) pada Rabu (8/7/2026), IHSG terperosok 113 poin atau melemah sebesar 1,89 persen ke posisi 5.873 pada penutupan pasar. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh tim redaksi portalmadura.com, tanda-tanda pelemahan ini sebenarnya sudah terlihat sejak bel pembukaan perdagangan pagi, di mana indeks langsung bertengger di zona merah pada level 5.984.
Ratusan Saham Berguguran, Nilai Transaksi Tembus Rp10,53 Triliun
Sepanjang jam perdagangan hari ini, pergerakan IHSG berada di rentang tertinggi 5.984, sebelum akhirnya menyentuh level terendahnya di posisi 5.872 sesaat sebelum pasar resmi ditutup. Mayoritas saham mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan.
Baca Juga: Harga Stabil, Tak Perlu Operasi Pasar
Tercatat sebanyak 482 saham bergerak melemah, sementara hanya 191 saham yang berhasil menguat, dan 116 saham lainnya bergerak stagnan. Meskipun pasar sedang lesu, aktivitas perdagangan tergolong cukup ramai dengan volume mencapai 22,49 miliar lembar saham yang berpindah tangan sebanyak 1.973.049 kali. Total nilai transaksi perdagangan hari ini membukukan angka Rp10,53 triliun.
Rapor Merah Kinerja Enam Bulanan
Kendati hari ini mengalami koreksi yang cukup dalam, kinerja IHSG jika dihitung dalam skala mingguan dan bulanan sebenarnya masih memperlihatkan grafik positif. Secara akumulatif bulanan, IHSG tercatat masih menguat 2,21 persen, dan secara mingguan tumbuh sebesar 3,13 persen.
Namun, jika ditarik dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa bursa saham domestik masih menghadapi tantangan berat. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, kinerja IHSG terpantau minus hingga 32,50 persen. Selaras dengan itu, performa secara tahun berjalan atau year to date (ytd) juga menunjukkan pelemahan sebesar 32,08 persen.




