PORTALMADURA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa gemilang pada perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi. Indeks melesat kuat hingga kembali berhasil menembus dan bertahan di atas level psikologis 6.000. Penguatan signifikan ini ditopang oleh gairah positif mayoritas saham di sektor energi.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.49 WIB, IHSG bergerak ke zona hijau di level 6.073,99. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 36,15 poin atau tumbuh 0,60 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.037,84.
Pada pembukaan pasar pagi ini, indeks langsung tancap gas di level 6.057,76 dan sempat menyentuh titik tertinggi hariannya di level 6.080,73. Meski pergerakan sempat fluktuatif hingga menyentuh level terendah di posisi 6.002,90, daya beli yang kuat menjelang akhir sesi pertama berhasil menyelamatkan indeks untuk tetap parkir di zona aman.
Lonjakan IHSG berbanding lurus dengan kinerja indeks sektor energi (IDX Energy) yang melambung 1,72 persen atau naik 48,27 poin ke posisi 2.851,78. Investor terpantau aktif memburu jajaran saham energi berkapitalisasi besar dan menengah.
Daftar Pergerakan Emiten Sektor Energi
Kenaikan sektor energi pada paruh pertama perdagangan hari ini dipimpin oleh sejumlah saham unggulan, di antaranya:
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Menguat 2,88 persen ke level Rp 4.650.
- PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR): Naik 2,13 persen ke level Rp 4.310.
- PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS): Melesat 1,98 persen ke level Rp 2.580.
- PT Raharja Energi Cepu (RATU): Meningkat 1,87 persen ke level Rp 5.450.
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Terangkat 1,77 persen ke level Rp 4.030.
- PT ABM Investama Tbk (ABMM): Naik 1,72 persen ke level Rp 2.360.
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Menguat 1,24 persen ke level Rp 2.440.
- PT Adaro Andalan Indonesia (AADI): Apresiasi 0,90 persen ke level Rp 8.450.
Koreksi tipis masih melanda beberapa emiten seperti PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) yang merosot 1,72 persen ke level Rp 5.700 dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun tipis 0,22 persen ke posisi Rp 11.325. Namun, tekanan jual tersebut tidak cukup kuat untuk membendung laju IHSG ke zona hijau.
Sementara itu, beberapa saham terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan harga. Emiten PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) bertahan di Rp 3.790, PT Super Energy Tbk (SURE) di Rp 2.730, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ajek pada posisi Rp 2.450.





