PORTALMADURA.COM – Pasar aset kripto kembali menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Harga Bitcoin (BTC) tercatat mempertahankan tren penguatan dan merangkak naik mendekati level psikologis baru seiring meningkatnya kembali arus masuk modal institusional.
Mengutip data dari CoinMarketCap pada Rabu pagi, harga Bitcoin bergerak menguat 1,86 persen dalam 24 jam terakhir. Komoditas digital terbesar di dunia ini kini diperdagangkan di kisaran USD 66.512,53 per keping, atau setara dengan Rp1,19 miliar (asumsi kurs Rp17.880 per dolar AS).
Secara mingguan, performa Bitcoin mencatatkan akumulasi kenaikan sebesar 2,20 persen. Penguatan harga ini turut mendorong nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bitcoin menembus angka USD 1,3 triliun atau sekitar Rp23.319 triliun.
Para analis pasar keuangan mencatat bahwa pendorong utama reli harga kali ini berasal dari berlanjutnya aliran dana masuk bersih (net inflow) melalui produk reksa dana indeks berbasis spot atau ETF Bitcoin. Masuknya modal institusi dalam jumlah besar dinilai efektif menyerap tekanan jual di pasar sekaligus menekan tingkat volatilitas harga.
Selain faktor ETF, pergerakan positif Bitcoin juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global serta ekspektasi investor menjelang pengumuman kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Meredanya tekanan inflasi memberi sinyal positif bagi aset-aset berrisiko tinggi.
Meskipun indikator teknikal menunjukkan tren yang optimistis, pelaku pasar mengimbau para investor dan trader harian untuk tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek serta terus memantau perkembangan regulasi kripto global.





