PORTALMADURA.COM – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan Kamis (23/7/2026) mencatatkan konsolidasi tipis, namun tetap bertahan kokoh di atas area pendukung psikologis USD65.000 (sekitar Rp1,18 miliar dengan estimasi kurs Rp17.900 per dolar AS). Kondisi ini menunjukkan daya tahan pasar kripto di tengah dinamika ekonomi makro global.
Berdasarkan data pantauan pasar uang kripto hingga Kamis pagi, nilai Bitcoin berada di kisaran USD65.500 hingga USD66.100 per koin. Meskipun mengalami penyesuaian harga harian sekitar 0,5 hingga 0,8 persen dalam 24 jam terakhir, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) masih berada di angka yang kuat, yakni mendekati 59,45 persen.
Para analis pasar kripto mencatat bahwa stabilitas harga Bitcoin di atas level kunci ini ditopang oleh sentimen positif dari sektor regulasi internasional, salah satunya adalah perkembangan pengesahan draf rancangan undang-undang terkait kepastian hukum aset digital di Amerika Serikat. Selain faktor regulasi, aktivitas arus masuk modal bersih (net inflow) pada instrumen perdagangan ETF Bitcoin Spot turut menjadi penyangga utama yang menahan tekanan aksi jual.
Meskipun demikian, tingkat volatilitas harian diimbau tetap menjadi perhatian bagi para pelaku pasar dan investor ritel. Tekanan dari perubahan imbal hasil obligasi serta fluktuasi indeks saham teknologi global diperkirakan masih memengaruhi pergerakan aset kripto dalam jangka pendek.
Para pengamat investasi merekomendasikan para investor untuk menerapkan strategi manajemen risiko yang disiplin dan terus memantau indikator teknikal serta tren arus modal harian sebelum melakukan transaksi.





