PORTALMADURA.COM – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Reli kenaikan komoditas unggulan ini terdorong oleh menguatnya harga minyak nabati global di bursa internasional dan lonjakan harga minyak mentah dunia.
Berdasarkan data perdagangan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom, harga tender CPO bertengger di level Rp15.835 per kilogram. Capaian tersebut mencerminkan kenaikan sekitar Rp135 per kg atau naik 0,86 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp15.700 per kg.
Kenaikan di pasar fisik domestik ini sejalan dengan performa solid kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives (BMD). Kontrak acuan CPO pengiriman aktif berhasil menembus kisaran 4.800 hingga 4.860 Ringgit Malaysia per ton, mencatatkan level tertinggi dalam lebih dari empat bulan terakhir.
Sentimen Utama Pendorong Kenaikan Harga CPO
Sejumlah sentimen global dan fundamental pasar menjadi katalis penguatan harga sawit hari ini:
- Kenaikan Minyak Nabati Pesaing: Lonjakan harga kontrak minyak kedelai di bursa Dalian Commodity Exchange dan Chicago Board of Trade (CBOT) turut mendongkrak minat beli terhadap CPO di pasar internasional.
- Kenaikan Harga Minyak Mentah: Banderol minyak mentah dunia yang menguat akibat dinamika geopolitik global meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku energi terbarukan (biodiesel).
- Penguatan Nilai Tukar Regional: Meski tren harga sedang naik, penguatan nilai tukar mata uang lokal menahan laju lonjakan harga agar tetap kompetitif bagi negara importir utama.
Rincian Harga Tender CPO KPBN (19 Agustus 2026)
Berikut rangkuman estimasi harga penyerahan komoditas kelapa sawit di beberapa pelabuhan dan sentra distribusi utama:
| Lokasi Penyerahan / Jalur | Harga Rata-Rata (Rp/Kg) | Status Tender |
|---|---|---|
| Franco Dumai | Rp15.835 | Deal |
| FOB Talang Duku | Rp15.585 – Rp15.650 | Deal |
| Franco Teluk Bayur | Rp15.620 – Rp15.700 | Sebagian WD / Penawaran Tertinggi |
*Catatan: Harga di atas belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti penutupan lelang resmi harian.
Pelaku industri memproyeksikan pergerakan harga CPO hingga akhir pekan masih berpotensi fluktuatif di level tinggi, sembari mencermati volume ekspor riil ke negara konsumen utama seperti India dan Tiongkok.





