portalmadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I dengan bergerak di zona merah pada Kamis (10/9/2026). Meskipun laju indeks utama cenderung lesu, sejumlah saham lapis kedua dan ketiga justru berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga lebih dari 24 persen.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan Sesi I pukul 12.00 WIB, IHSG terkoreksi tipis sebesar 9,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.668,52. Sepanjang perdagangan pagi hingga siang hari, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 6.655 hingga 6.712.
Di tengah pelemahan indeks tersebut, pergerakan sejumlah saham justru menunjukkan performa impresif dan mendominasi jajaran puncak penguatan tertinggi (top gainers). Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) akibat tingginya volume permintaan pembeli.
Pelemahan IHSG pada paruh pertama hari ini juga bertepatan dengan dinamika pasar keuangan domestik lainnya. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah tercatat dibuka melemah tipis ke level Rp17.512 per dolar AS, sementara pasar kripto seperti Bitcoin juga mengalami tekanan ke bawah level US$ 79.000 akibat dinamika harga minyak global.
Para pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati pergerakan teknikal saham dan memperhitungkan manajemen risiko secara matang menjelang pembukaan perdagangan sesi II, terutama pada saham-saham yang mengalami lonjakan harga secara mendadak.





