JAKARTA, portalmadura.com – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan Rabu (23/9/2026) pagi. Pergerakan positif ini terjadi setelah mata uang Garuda sempat melemah pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Lompatan kurs rupiah tersebut terbilang menarik perhatian pasar. Pasalnya, penguatan mata uang domestik terjadi di tengah posisi dolar AS yang masih menguat dan bertahan di dekat level tertingginya dalam dua bulan terakhir.
Tren Rebound ini memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar uang dalam negeri. Pelaku pasar terus mencermati dinamika transaksi jual beli valuta asing di sejumlah perbankan nasional utama, seperti Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).
Meski tekanan dari keperkasaan mata uang Paman Sam belum sepenuhnya mereda, momentum penguatan pagi ini menjadi sinyal ketahanan rupiah di tengah gejolak ekonomi global. Investor dan masyarakat yang bertransaksi valuta asing diimbau untuk terus memantau pembaruan kurs secara berkala sepanjang hari ini.





