IHSG Anjlok 3,78 Persen Ke Level 4.904, Saham Perbankan Raksasa Tertekan

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Anjlok 3,78 Persen Ke Level 4.904, Saham Perbankan Raksasa Tertekan

portalmadura.com – JAKARTA — Tekanan berat menghampiri pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 3,78 persen dan terlempar ke level 4.904,28 pada penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026).

Pergerakan indeks sepanjang hari berada pada rentang 4.895 hingga 5.143. Pelemahan mendalam ini dipicu oleh koreksi saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), tekanan sentimen global, serta lonjakan inflasi pangan di dalam negeri.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas saham mengakhiri sesi di zona merah. Tercatat sebanyak 624 saham melemah, hanya 57 saham yang menguat, dan 37 saham bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar di BEI tergerus menjadi Rp8.674 triliun.

Saham-saham sektor perbankan dan emiten besar menjadi penyumbang utama penurunan indeks. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tercatat melemah 2,81 persen ke level Rp4.840 per saham. Penurunan lebih dalam dialami PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang merosot 5,67 persen ke posisi Rp2.660 per saham. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turut terkoreksi 6,25 persen ke harga Rp120 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan bahwa penurunan IHSG berjalan seirama dengan koreksi di bursa saham Amerika Serikat, Wall Street. Tekanan jual melanda saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya nilai investasi dibandingkan dengan hasil pengembalian yang bakal diperoleh.

Selain faktor belanja teknologi, para pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang pelaksanaan pemilu paruh waktu (midterm election) di AS. Di sisi lain, penurunan harga minyak akibat indikasi kemajuan hubungan diplomatik AS dan Iran belum mampu memberikan angin segar bagi pasar secara keseluruhan.

Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari laporan lonjakan inflasi pangan periode Oktober 2026 yang naik dari 5,03 persen menjadi 5,81 persen. Peningkatan ini menunjukkan dampak El Nino terhadap gangguan pasokan pangan domestik belum mereda sepenuhnya.

Meskipun demikian, inflasi inti Oktober 2026 mencatatkan penurunan menjadi 2,56 persen secara tahunan (YoY), melandai dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 2,84 persen YoY. Penurunan inflasi inti ini di satu sisi memberikan ruang relaksasi kebijakan bagi bank sentral, namun di sisi lain mengindikasikan adanya penurunan daya beli masyarakat pada sektor barang sekunder dan tersier.

Memasuki perdagangan Rabu (4/11/2026) pagi, IHSG tercatat masih dibuka melemah 0,72 persen ke level 4.869,15 pada pukul 09.02 WIB, sebelum berada di kisaran 4.878 pada sesi siang. Pelaku pasar kini terus mencermati arah pergerakan pasar dan rilis data ekonomi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses