PORTALMADURA.COM, Sumenep – Pesona keindahan pesisir Kepulauan Sapeken di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menyedot perhatian mancanegara. Investor asal Prancis kini tengah melirik Pulau Sitabok untuk disulap menjadi destinasi wisata bahari berkonsep ramah muslim atau wisata halal.
Rencana investasi tersebut menyasar wisatawan dari kawasan Timur Tengah. Konsep unik yang diusung mengedepankan prinsip kawasan wisata tanpa alkohol dan aturan berpakaian sopan tanpa bikini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Heru Santoso, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa rencana penanaman modal ini sedang menempuh jalur perizinan awal di kementerian terkait.
“Sesuai regulasi, pemanfaatan pulau-pulau kecil harus memperoleh rekomendasi dan izin pengolahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terlebih dahulu sebelum melangkah ke tingkat daerah,” terang Heru saat dikonfirmasi portalmadura.com pada Senin (12/10/2026).
Pihak investor sebenarnya telah memaparkan presentasi rencana pengembangan kawasan Pulau Sitabok di hadapan DPMPTSP Sumenep. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep belum meneken kesepakatan final karena masih menunggu keputusan resmi dari kementerian pusat.
Kondisi ini membuat Pemkab Sumenep belum bisa merincikan total besaran investasi, jadwal pasti pengerjaan, maupun fasilitas pendukung yang bakal dibangun di pulau tersebut.
Walau demikian, Heru menegaskan Pemkab Sumenep menyambut terbuka setiap peluang investasi yang membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi warga lokal, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja setempat.
“Prinsipnya kami memberikan kemudahan perizinan bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Sumenep. Selama memberikan dampak manfaat bagi masyarakat, Pemkab pasti mendukung penuh,” tegasnya.
Potensi Bahari Pulau Sitabok
Pulau Sitabok merupakan salah satu gugusan pulau kecil eksotis di Kecamatan Kepulauan Sapeken. Wilayah ini menyimpan potensi wisata bahari yang menjanjikan lewat bentangan pasir putih yang bersih serta perairan laut yang jernih berwarna biru kehijauan.
Karakteristik bawah lautnya yang masih alami sangat ideal untuk aktivitas pendukung wisata air seperti snorkeling dan penyelaman (diving).
Meski memiliki potensi yang melimpah, pengembangan Pulau Sitabok memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait aksesibilitas moda transportasi menuju lokasi. Oleh karena itu, skema pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta keterlibatan warga lokal menjadi kunci utama kesuksesan proyek wisata ini.





